MALANG I DUTA PERISTIWA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang sekaligus Anggota Komisi D, I Made Riandiana Kartika, S.E., M.M., menggelar kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil), tepatnya di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua RT/RW, kader Posyandu, guru PAUD, kader kesehatan, anggota Linmas hingga tokoh masyarakat. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan, kebutuhan, serta harapan terkait pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, I Made Riandiana Kartika yang akrab disapa Made mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur praktik politik uang dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu).
Menurutnya, suara masyarakat merupakan amanah demokrasi yang harus dijaga dan tidak sepatutnya ditukar dengan imbalan uang dalam jumlah kecil.
“Jangan sampai suara njenengan hanya dibeli dengan amplop yang berisi Rp50 ribu sampai Rp100 ribu saja,” tegas Made.
Selain itu, Made mendorong seluruh Ketua RT dan RW agar tidak ragu menyampaikan usulan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Pengajuan usulan tersebut dapat dilakukan secara bertahap untuk diperjuangkan dalam penganggaran tahun 2028.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah persoalan mendasar disampaikan warga. Kepala Sekolah PAUD RW 12, Zulfa, misalnya, mengusulkan penambahan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ruang belajar.
Ia menjelaskan, gedung PAUD yang digunakan saat ini hanya memiliki satu ruangan. Padahal, anak-anak membutuhkan ruang belajar yang lebih memadai, nyaman, dan aman guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Aspirasi lainnya datang dari warga RT 5 yang mengeluhkan kondisi saluran drainase yang mulai rusak dan ambles. Warga berharap adanya alokasi anggaran untuk perbaikan saluran tersebut agar tidak menimbulkan genangan maupun banjir saat musim penghujan.
Sementara itu, kader Posyandu mengusulkan peningkatan insentif serta perbaikan fasilitas pelayanan Posyandu agar kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Persoalan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia (lansia) juga menjadi perhatian. Warga berharap pemerintah dapat menyediakan layanan kesehatan yang lebih ramah lansia, mengingat Kota Malang saat ini telah memasuki kategori *ageing population* atau kondisi meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia.
Mereka menilai, keterbatasan anggaran maupun fasilitas masih menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi kelompok lansia.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Made menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.
Aspirasi yang berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial akan dibawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sementara itu, usulan pembangunan lainnya akan dikawal melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan APBD.
“Kami di DPRD siap bersinergi melalui tiga fungsi kami, yakni penganggaran, pembentukan Perda, dan pengawasan. Jangan sampai program disabilitas hanya berhenti di pendataan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga,” tutup Made.
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat Kelurahan Merjosari dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan masuk dalam prioritas program pembangunan Kota Malang ke depan.
Reporter: Yuni Ektanta
Editor: Redaksi Duta Peristiwa
Views: 12






