MALANG, dutaperistiwa.com — Kota Malang kembali menegaskan identitasnya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman antarumat beragama. Sikap saling menghormati tersebut salah satunya ditunjukkan oleh Gereja Kristen Indonesia (GKI) Malang yang memfasilitasi tempat transit bagi jamaah Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama (NU).
GKI yang berlokasi di Jalan Bromo, Kota Malang, membuka pintu gereja untuk menampung ratusan jamaah yang mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro NU yang digelar di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026. Sekitar 300 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beristirahat dan transit.
Tidak hanya menyediakan tempat beristirahat, pihak GKI juga memberikan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari tempat wudhu, minuman, hingga snack bagi para jamaah.
“SelaIn kami menyediakan tempat istirahat, kami juga memfasilitasi tempat wudhu, snack, dan minuman untuk jamaah,” ujar Fifi Trisjanti, salah satu jemaat GKI Malang.
Menurut Fifi, apa yang dilakukan GKI merupakan wujud nyata toleransi beragama yang selama ini terus dijaga di Kota Malang. Ia menegaskan bahwa keberagaman seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Toleransi beragama adalah contoh bagaimana perbedaan bisa menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Dengan saling menghormati, kita bisa membangun masyarakat yang rukun dan sejahtera,” tambahnya.
Diketahui, GKI di Kota Malang memiliki empat gereja. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 160 gereja di Malang yang tergabung dalam wadah Badan Musyawarah Gereja-Gereja Kriaten Malang (BMGK).
Aksi kemanusiaan dan toleransi yang ditunjukkan GKI Malang ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sekaligus menjadi contoh konkret harmonisasi kehidupan beragama di tengah keberagaman masyarakat Kota Malang. (Yuni)
Views: 0






