Toleransi dan Keselamatan Jadi Sorotan, Amithya Imbau Pemudik Lebih Waspada

Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang

MALANG, dutaperistiwa.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengimbau para pemudik untuk lebih berhati-hati selama perjalanan, terutama di tengah puncak arus mudik nasional yang terjadi pada Rabu (18/3/2026).

Momentum mudik tahun ini terbilang unik karena bertepatan dengan dua perayaan besar, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Kondisi ini membuat jalur-jalur transportasi, termasuk akses penyeberangan, mengalami kepadatan yang signifikan.

Menurut Amithya, situasi tersebut bukan hanya menjadi tantangan teknis terkait lalu lintas, tetapi juga ujian nyata bagi nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

BACA JUGA  Pelaku IKM Bojonegoro Kenalkan Produk Unggulannya Dalam Forum IKM se-Jatim di Ponorogo
Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang

“Memang butuh banyak sekali toleransi untuk penyelesaian. Ini bukan hanya soal perayaan agama, tapi bagaimana kita hidup berdampingan di tengah kondisi yang sangat dinamis,” ujarnya.

Di Kota Malang sendiri, perayaan Nyepi turut diwarnai dengan pawai ogoh-ogoh yang menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama. Namun demikian, Amithya menegaskan bahwa esensi Nyepi yang identik dengan keheningan tetap harus dihormati, meskipun di saat bersamaan jutaan masyarakat sedang melakukan perjalanan mudik.

Ia juga menyoroti kondisi di sejumlah titik strategis nasional, khususnya jalur penyeberangan, yang masih dipadati antrean kendaraan.

“Yang jelas, saya berharap seluruh rangkaian keamanan di Indonesia benar-benar siaga. Apalagi ini bertepatan dengan mudik. Di beberapa penyeberangan, antreannya masih sangat panjang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amithya mengingatkan bahwa antrean panjang tidak boleh dianggap sepele. Selain memperpanjang waktu tempuh, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, seperti kelelahan pengemudi hingga potensi konflik di lapangan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi, mulai dari kepolisian, dinas perhubungan hingga otoritas pelabuhan, guna memastikan kelancaran arus mudik.

Di sisi lain, Amithya juga mengajak masyarakat untuk memahami makna mendalam dari Hari Raya Nyepi, khususnya pelaksanaan Catur Brata Penyepian sebagai bentuk refleksi diri yang perlu dihormati bersama.

“Kalau misalnya Nyepi, kan ada momen keheningan. Ini harus kita hormati bersama. Toleransi itu bukan hanya ucapan, tapi tindakan nyata di lapangan,” katanya.

Menutup pernyataannya, ia mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri saat berkendara, terutama dalam kondisi lalu lintas padat dan antrean panjang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri jika lelah, dan tetap patuhi aturan selama perjalanan,” pungkasnya. (Yuni)

Views: 0

Verified by MonsterInsights