Sedekah Bumi dan Semarak HUT RI ke-81, Desa Karangtengah Diguyur Hiburan Seni hingga Pagi

BLORA I DUTA PERISTIWA – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu dengan tradisi Sedekah Bumi di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Kepala Desa Karangtengah, Didik Hariyanto, bersama mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mengemas rangkaian kegiatan dengan berbagai hiburan seni yang melibatkan masyarakat, khususnya anak-anak desa.

Rangkaian kegiatan digelar pada Jumat (14/8/2026), mulai dari perlombaan anak-anak pada pagi hari, pagelaran seni ketoprak pada siang hingga sore, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan tari dan senam ceria pada malam hari.

Kegiatan seni yang dibimbing mahasiswa KKN UNS di bawah koordinasi Ketua KKN, Akbar 45, menampilkan sejumlah pertunjukan, di antaranya Tari Semut, Tari Perahu Layar, Tari Padang Bulan, Senam Ceria, hingga seni Anti Lupa-Lupa.

Sementara itu, pada siang hari, masyarakat Desa Karangtengah disuguhi pagelaran seni ketoprak Tri Manggolo Budoyo dari Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

BACA JUGA  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bongkar Jaringan Narkoba Vape Etimode Malaysia, 4 Tersangka Ditangkap di Jakarta

Pagelaran yang berlangsung di sekitar rumah Kepala Desa Karangtengah tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat. Warga berdatangan untuk menikmati pertunjukan, sementara sejumlah pedagang turut memadati lokasi sehingga suasana semakin ramai dan meriah.

Kepala Desa Karangtengah Didik Hariyanto mengatakan, pelaksanaan Sedekah Bumi sengaja dipadukan dengan rangkaian kegiatan Agustusan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi anggaran desa.

“Sedekah Bumi Desa Karangtengah memang kami meriahkan bersama kegiatan Agustusan. Kami juga melihat situasi anggaran yang ada,” ujar Didik.

Rangkaian kegiatan pada pagi hari diisi dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah salat Jumat, masyarakat kembali berkumpul menyaksikan pagelaran ketoprak Tri Manggolo Budoyo hingga sore hari.

Memasuki malam hari, kemeriahan kembali berlanjut. Anak-anak Desa Karangtengah tampil dalam berbagai pertunjukan tari dan senam ceria dengan bimbingan mahasiswa KKN UNS.

Meski dikemas secara sederhana, penampilan anak-anak tersebut ternyata mampu mengundang antusiasme masyarakat. Warga berbondong-bondong datang untuk memberikan dukungan sekaligus menikmati hiburan yang disuguhkan.

Seorang perangkat Desa Karangtengah menuturkan, antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan hiburan di desanya memang cukup tinggi. Terlebih ketika pertunjukan melibatkan anak-anak warga setempat.

“Kalau di Desa Karangtengah ada pagelaran hiburan apa pun biasanya selalu ramai dan meriah. Apalagi kalau yang tampil anak-anak warga sendiri. Mau melangkahkan kaki saja terkadang sudah tidak ada tempat,” ujarnya.

Setelah pertunjukan tari dan senam selesai, hiburan ketoprak kembali digelar hingga pagi hari. Suasana desa pun semakin semarak dengan hadirnya masyarakat yang menikmati pertunjukan seni tradisional tersebut.

Didik Hariyanto menegaskan, kegiatan Sedekah Bumi maupun peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan agenda yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Karangtengah dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.

“Dengan situasi seperti ini, kami berusaha menjalankan agenda-agenda yang sudah berjalan sejak dulu. Sedekah Bumi harus kami laksanakan, begitu juga memperingati HUT RI ke-81. Ini merupakan momentum dan agenda yang tidak bisa kami tinggalkan, sehingga harus kami wujudkan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar hingga selesai tanpa kendala. Dirinya juga mengaku bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti maupun menyaksikan berbagai kegiatan yang digelar.

“Saya berharap semoga acara ini lancar sampai akhir dan tidak ada halangan apa pun. Melihat masyarakat begitu ramai dan meriah menonton ketoprak serta pertunjukan tari, saya juga merasa bangga. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” pungkas Didik.

Perpaduan tradisi Sedekah Bumi, semangat kemerdekaan, keterlibatan generasi muda, serta pelestarian seni budaya lokal tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan di Desa Karangtengah bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus menjaga tradisi dan budaya masyarakat desa.

Reporter : Sujono

Editor : Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights