KOTA MALANG I DUTA PERISTIWA – Persoalan banjir, kerusakan jalan lingkungan, lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga kebutuhan modal dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga Kecamatan Lowokwaru kepada Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rendra Masdrajad Safaat.
Berbagai persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan Reses III Tahun 2026 Masa Sidang III di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Malang 5, Kecamatan Lowokwaru, Sabtu (1/11/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah Ketua RT/RW, tokoh agama, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta perwakilan ibu-ibu PKK.
Dalam kesempatan tersebut, warga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Rendra, yang juga merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Malang bidang pembangunan, menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan bentuk tanggung jawab wakil rakyat untuk mendengar sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Reses III ini adalah bentuk tanggung jawab saya. Saya dipilih oleh 4.294 warga Lowokwaru. Saya tidak boleh hanya duduk di gedung dewan. Saya harus turun, mendengar, dan memperjuangkan apa yang warga butuhkan,” ujar Rendra.
Enam Aspirasi Utama Warga Lowokwaru
Dalam dialog bersama masyarakat, setidaknya terdapat enam persoalan utama yang menjadi perhatian warga dan diharapkan dapat diperjuangkan melalui kebijakan serta program pembangunan Pemerintah Kota Malang.
1. Banjir dan Drainase Menjadi Keluhan Utama
Persoalan banjir menjadi salah satu keluhan paling banyak disampaikan warga. Masyarakat dari Kelurahan Tunggulwulung, Tlogomas, Dinoyo, dan Purwodadi mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi ketika hujan deras.
Kondisi tersebut dipicu sejumlah persoalan, di antaranya saluran drainase tersumbat, gorong-gorong yang mengalami pendangkalan, serta pohon-pohon yang membutuhkan perawatan.
Menanggapi hal itu, Rendra menyatakan akan mengawal koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk mendorong normalisasi drainase dan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang.
“Pembangunan harus memberi manfaat nyata. Drainase bukan sekadar proyek, tapi soal keselamatan warga. Saya sudah minta Pemkot untuk memprioritaskan Lowokwaru di APBD 2027,” tegasnya.
2. Kerusakan Jalan Lingkungan dan PJU
Aspirasi berikutnya berkaitan dengan kondisi infrastruktur lingkungan. Sejumlah warga mengeluhkan jalan berlubang, paving yang ambles, serta lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi.
Selain mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan lingkungan dan memastikan fasilitas penerangan jalan berfungsi dengan baik.
3. UMKM Membutuhkan Modal dan Pelatihan Digital
Pengembangan UMKM juga menjadi perhatian dalam kegiatan reses tersebut. Para pelaku usaha, khususnya kalangan ibu-ibu dan generasi muda, menyampaikan kebutuhan dukungan permodalan, pelatihan pemasaran digital, serta kemudahan pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Rendra yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang teknologi dan properti menyatakan komitmennya untuk mendorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang agar menghadirkan program pelatihan UMKM berbasis digital di wilayah Lowokwaru.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Malang. Kalau UMKM kuat, pengangguran berkurang. Pemuda jangan hanya jadi penonton, harus jadi pelaku usaha,” ungkap Rendra, yang merupakan alumni SMK Telkom Malang dan mantan anggota Paskibraka Kota Malang tahun 1998 tersebut.
4. Pendidikan dan Beasiswa bagi Warga Kurang Mampu
Di sektor pendidikan, warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan beasiswa, bantuan seragam sekolah, serta kemudahan akses pendidikan di sekolah negeri bagi keluarga kurang mampu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rendra menyatakan akan memperjuangkan penambahan kuota beasiswa dan mendorong program pendidikan yang lebih inklusif agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak.
5. Persoalan Sampah dan Kebersihan Lingkungan
Masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian warga. Mereka mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar serta pengangkutan sampah yang dinilai belum berjalan secara teratur.
Rendra mendorong DLH Kota Malang untuk meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, termasuk mempertimbangkan penambahan armada serta memperkuat edukasi pemilahan sampah berbasis lingkungan RT/RW.
6. Pemberdayaan Pemuda dan Karang Taruna
Aspirasi terakhir berkaitan dengan pemberdayaan generasi muda. Perwakilan Karang Taruna berharap adanya dukungan sarana olahraga, pelatihan keterampilan kerja, serta penyediaan ruang kreatif bagi anak-anak muda di wilayah Lowokwaru.
Rendra yang juga menjabat Bendahara Fraksi PKS DPRD Kota Malang menilai generasi muda harus mendapatkan ruang dan kesempatan untuk berkembang serta berkontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk keberanian berwirausaha, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Pemuda Lowokwaru harus berani. Berani usaha, berani jadi pemimpin, berani menjaga kota. Jangan sampai kalah dengan judol dan narkoba,” tegasnya.
Aspirasi Dikawal dalam Pokir DPRD untuk APBD 2027
Menutup kegiatan reses, Rendra menandatangani seluruh formulir aspirasi yang disampaikan masyarakat. Seluruh masukan tersebut selanjutnya akan dihimpun dan diperjuangkan sebagai Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Malang dalam pembahasan perencanaan pembangunan dan APBD 2027.
Ia menegaskan tidak ingin aspirasi masyarakat hanya berhenti sebagai catatan kegiatan reses, tetapi harus dikawal agar dapat ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan.
“Semua aspirasi saya catat. Ini amanah. Saya tidak bisa menjanjikan semua langsung jadi tahun ini, tapi saya janji akan saya kawal satu per satu. Kalau ada yang belum terealisasi, tegur saya. Itu bentuk cinta warga kepada wakilnya,” pungkasnya.
Kegiatan Reses III Tahun 2026 tersebut ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Panitia juga membagikan formulir aspirasi tertulis kepada warga yang belum sempat menyampaikan usulan secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat Lowokwaru dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kota Malang yang lebih responsif terhadap kepentingan masyarakat.
Reporter: Yuni Ektanta
Editor: Redaksi Duta Peristiwa
Views: 0






