Serap Aspirasi di Ketawang Gede, Ginanjar Yoni Wardoyo Dorong Pendidikan Karakter dan Kesejahteraan Masyarakat Jadi Prioritas APBD 2027

MALANG I DUTA PERISTIWA – Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST., MT., menggelar kegiatan Serap Aspirasi Masa Persidangan Tahun 2026 di RW 02 Kelurahan Ketawang Gede, Kecamatan Lowokwaru, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta dari unsur kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut menjadi wadah penyampaian berbagai persoalan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang menjadi lingkup tugas Komisi D DPRD Kota Malang.

Dalam kesempatan itu, Ginanjar yang akrab disapa Kak Gin di kalangan Pramuka menegaskan bahwa Kota Malang sebagai Kota Pendidikan harus terus dikembangkan menjadi kota yang ramah anak. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademis, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kepribadian generasi muda.

Ia menyoroti masih maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta tantangan pembentukan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus digitalisasi.

“Pendidikan karakter bukan sekadar pelajaran di kelas, tetapi merupakan proses membentuk jiwa, mental, dan kepribadian. Anak harus memiliki kendali diri di tengah derasnya arus digital. Kalau karakternya kuat, bullying tidak akan terjadi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Ginanjar.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Malang tersebut turut mendorong penguatan sektor UMKM di wilayah Ketawang Gede. Menurutnya, kawasan yang dikenal sebagai lingkungan kampus dan dihuni banyak mahasiswa atau anak kos itu memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Karena itu, masyarakat yang memiliki usaha perlu mendapatkan dukungan agar mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya. Penguatan UMKM dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Perhatian Khusus bagi Lansia

Selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, Ginanjar juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kelompok lanjut usia (lansia).

Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah lansia di Kota Malang telah mencapai lebih dari 110 ribu jiwa atau sekitar 13 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kota Malang telah memasuki kategori ageing population atau populasi menua.

Menurut Ginanjar, kelompok lansia membutuhkan perhatian dan kebijakan khusus, mulai dari pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga penyediaan fasilitas publik yang ramah terhadap kebutuhan mereka.

“Selama ini perhatian lebih banyak diberikan kepada perempuan, anak, dan sektor kesehatan. Namun, lansia juga membutuhkan perhatian khusus. Mulai dari layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga fasilitas publik yang ramah lansia. Mereka harus diberi ruang agar bisa beradaptasi dengan lingkungan,” ujarnya.

Ginanjar yang pada Pemilu Legislatif 2024 lalu memperoleh 2.893 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lowokwaru itu menilai bahwa peningkatan kesejahteraan lansia harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan.

Penguatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Anak

Dalam sesi dialog, sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi terkait penguatan pelayanan Posyandu, peningkatan kualitas layanan Puskesmas, serta perlindungan terhadap anak.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ginanjar menyebut Komisi D DPRD Kota Malang sebagai *Komisi Hajat Hidup*. Sebab, komisi ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Menurutnya, seluruh persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Ginanjar memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak hanya berhenti sebagai catatan dalam forum serap aspirasi. Berbagai masukan tersebut akan dibawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selanjutnya, aspirasi masyarakat akan diperjuangkan untuk masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2027.

Ia berharap, berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, pelayanan kesehatan, perlindungan anak, perhatian terhadap lansia, hingga pengembangan UMKM, dapat menjadi prioritas pembangunan Kota Malang pada tahun mendatang.

Report: Yuni Ektanta

Editor: Redaksi Duta Peristiwa

Views: 1

BACA JUGA  Jalan Nglenyer di Desa Krangkong, Mempermudah dan Memperlancar Aktifitas Masyarakat
Verified by MonsterInsights