<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPMD Bojonegoro &#8211; DUTA PERISTIWA</title>
	<atom:link href="https://www.dutaperistiwa.com/tag/dpmd-bojonegoro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.dutaperistiwa.com</link>
	<description>Pemburu Fakta dan Realita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Sep 2025 09:10:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/cropped-DUTA-PERISTIWA-02-scaled-1-32x32.png</url>
	<title>DPMD Bojonegoro &#8211; DUTA PERISTIWA</title>
	<link>https://www.dutaperistiwa.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Ragukan Kualitas Material, Pejabat Publik Pilih Bungkam Soal Proyek Jalan Donan</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/09/10/warga-ragukan-kualitas-material-pejabat-publik-pilih-bungkam-soal-proyek-jalan-donan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=warga-ragukan-kualitas-material-pejabat-publik-pilih-bungkam-soal-proyek-jalan-donan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 09:10:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Duta Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Politik dan Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#Desa Donan]]></category>
		<category><![CDATA[#Kecamatan Purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[#Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[DPMD Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9987</guid>

					<description><![CDATA[BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Dugaan mangkraknya proyek pembangunan jalan desa di Dusun Donan, Desa Donan, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Dugaan mangkraknya proyek pembangunan jalan desa di Dusun Donan, Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, semakin menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, hingga berita ini diturunkan, tiga pejabat publik yang diharapkan memberikan klarifikasi justru memilih bungkam.</p>
<p>Sekretaris Desa Donan, <strong>Gufroni</strong>, Plt. Camat Purwosari, <strong>Aris</strong>, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, <strong>Mahmuddin</strong>, sama sekali tidak merespons konfirmasi wartawan terkait dugaan ketidakteraturan dalam proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari Dana Desa tahap pertama tahun 2025 tersebut. Pesan singkat yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada ketiganya, Rabu (10/09/2025) hanya berakhir dengan centang dua tanpa ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.</p>
<p><strong>Proyek Jalan Terhenti, Material Minim Kualitas</strong></p>
<p>Pantauan di lokasi, proyek jalan sepanjang 185 meter dengan lebar 4 meter itu masih jauh dari kata rampung. Hanya terlihat beberapa material berupa pasir darat dan kricak (koral) menumpuk di tepi jalan. Namun, menurut keterangan warga setempat, material tersebut dinilai <em>minim kualitas.</em></p>
<figure id="attachment_9988" aria-describedby="caption-attachment-9988" style="width: 1436px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9988" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0000.jpg" alt="" width="1436" height="1080" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0000.jpg 1436w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0000-100x75.jpg 100w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0000-768x578.jpg 768w" sizes="(max-width: 1436px) 100vw, 1436px" /><figcaption id="caption-attachment-9988" class="wp-caption-text">Terlihat tumpukan koral dan pasir darat yang menurut warga sangat minim kualitas</figcaption></figure>
<p><em>“Kalau dilihat dari teksturnya, pasirnya kasar dan banyak tanahnya, kricaknya juga kelihatan murahan. Kalau dipakai bangun jalan, kualitasnya bisa diragukan,”</em> ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.</p>
<p>Kondisi ini semakin menguatkan dugaan bahwa pengerjaan proyek tidak sesuai standar teknis yang semestinya, apalagi pengerjaan sebelumnya juga dilakukan secara manual.</p>
<p><strong>Warga Minta Transparansi</strong></p>
<p>Warga berharap agar Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) maupun Pemerintah Desa Donan tidak main-main dengan Dana Desa. Mereka menegaskan bahwa dana yang bersumber dari rakyat tersebut wajib digunakan dengan benar dan transparan.</p>
<p><em>“Sekarang masyarakat sudah melek informasi. Semua berhak tahu bagaimana penggunaan Dana Desa. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,”</em> tegas warga lainnya.</p>
<p><strong>Publik Menanti Ketegasan</strong></p>
<p>Sikap bungkamnya tiga pejabat publik yang semestinya memberikan penjelasan semakin memperkuat kecurigaan adanya ketidakteraturan dalam proyek tersebut. Publik pun menanti langkah tegas Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, untuk segera menginstruksikan investigasi, baik oleh Inspektorat maupun aparat penegak hukum.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-9989" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0001.jpg" alt="" width="1436" height="1080" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0001.jpg 1436w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0001-100x75.jpg 100w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250910-WA0001-768x578.jpg 768w" sizes="(max-width: 1436px) 100vw, 1436px" /></p>
<p>Jika dibiarkan berlarut-larut, kasus ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi tata kelola Dana Desa di Bojonegoro. Transparansi dan akuntabilitas pun dipertaruhkan, mengingat pembangunan desa sejatinya harus berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar laporan di atas kertas.</p>
<p><em><strong>Goen</strong></em></p>
<p>Views: 0</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proyek Jalan Desa Donan Diduga Mangkrak, Bupati Setyo Wahono Diminta Turun Tangan</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/proyek-jalan-desa-donan-diduga-mangkrak-bupati-setyo-wahono-diminta-turun-tangan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=proyek-jalan-desa-donan-diduga-mangkrak-bupati-setyo-wahono-diminta-turun-tangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 07:58:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Duta Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Politik dan Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#Desa Donan]]></category>
		<category><![CDATA[#Kecamatan Purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[#Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[DPMD Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9721</guid>

					<description><![CDATA[BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Proyek pembangunan jalan desa di Dusun Donan, Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com –</strong> Proyek pembangunan jalan desa di Dusun Donan, Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, kian menuai tanda tanya besar. Proyek yang menelan anggaran Rp195 juta dari Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2025 itu diduga mangkrak dan berpotensi merugikan masyarakat.</p>
<p>Berdasarkan informasi, pembangunan jalan sepanjang 185 meter dengan lebar 4 meter tersebut hingga kini hanya terealisasi sekitar 60 persen. Pantauan di lapangan memperlihatkan masih ada rangkaian besi dan strauss yang belum dicor, padahal laporan proyek disebut sudah masuk tahap monitoring dan evaluasi (monev).</p>
<p><strong>Ada yang janggal</strong><br />
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan progres fisik. Terlebih, proyek ini tidak dilengkapi papan informasi kegiatan sebagaimana diwajibkan oleh Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang transparansi penggunaan Dana Desa.</p>
<figure id="attachment_9723" aria-describedby="caption-attachment-9723" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9723" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0033.jpg" alt="" width="1600" height="1333" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0033.jpg 1600w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0033-768x640.jpg 768w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0033-1536x1280.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-9723" class="wp-caption-text">Nampak terlihat mesin cor molen masih terpajang di tengah jalan, dan warga masih menggunakan jalan alternatif untuk melintas di jalan tersebut</figcaption></figure>
<p>Lebih ironis, proses pengerjaan jalan disebut-sebut dilakukan secara manual, yang dikhawatirkan menurunkan kualitas konstruksi. Warga pun meragukan ketahanan jalan tersebut jika benar-benar selesai dikerjakan.</p>
<p><strong>Warga Timlak Angkat Tangan</strong><br />
MJ, salah seorang warga Desa Donan yang sebelumnya masuk dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak), saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku sudah tidak lagi terlibat dalam proyek tersebut.</p>
<p>“Saya sudah tidak ikut-ikut lagi, mas. Itu sekarang yang ngerjakan orang Lamongan. Kalau mau jelasnya, silakan tanya langsung ke pak Kades atau ke orang Lamongan yang pegang proyek itu,” tegas MJ.</p>
<p>Pernyataan MJ ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek tidak sepenuhnya dijalankan sesuai prinsip partisipatif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mewajibkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa.</p>
<figure id="attachment_9724" aria-describedby="caption-attachment-9724" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9724" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0032.jpg" alt="" width="1600" height="1333" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0032.jpg 1600w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0032-768x640.jpg 768w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0032-1536x1280.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-9724" class="wp-caption-text">Masih terlihat straus yang belum dicor, dari Dusun Donan menuju Dusun Ngajen</figcaption></figure>
<p><strong>Pihak Desa Bungkam</strong><br />
Sementara itu, Roni, Sekretaris Desa Donan, saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp, enggan memberikan tanggapan meski pesan sudah terlihat centang dua. Camat Purwosari, Saipurrohim, juga memilih bungkam dengan hanya menampilkan centang biru tanpa balasan.</p>
<p>Sikap bungkam aparatur desa ini justru semakin menambah kecurigaan publik terkait adanya dugaan permainan dalam proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut.</p>
<p><strong>Desakan untuk Bupati</strong><br />
Di tengah kegaduhan ini, publik mendesak Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, turun tangan langsung mengawal penyelesaian proyek jalan di Desa Donan. Masyarakat menilai, Bupati perlu segera menginstruksikan Inspektorat maupun aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi terhadap dugaan ketidakteraturan proyek tersebut.</p>
<p>“Kalau tidak segera diselesaikan, ini akan menjadi preseden buruk bagi pembangunan desa. Uang rakyat jangan sampai habis tanpa hasil yang nyata,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.</p>
<p>Kehadiran Bupati di lapangan diyakini dapat memberikan kepastian hukum, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan dengan dana desa harus benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan sekadar menjadi laporan di atas kertas.</p>
<p><em><strong>Pewarta : Goen</strong></em></p>
<p>Views: 0</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>APBDes Besah Diduga Tak Sejalan dengan Kualitas Infrastruktur, Drainase Pakai Pasir Darat Tuai Sorotan</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/22/apbdes-besah-diduga-tak-sejalan-dengan-kualitas-infrastruktur-drainase-pakai-pasir-darat-tuai-sorotan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apbdes-besah-diduga-tak-sejalan-dengan-kualitas-infrastruktur-drainase-pakai-pasir-darat-tuai-sorotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 09:29:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Duta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Politik dan Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Besah]]></category>
		<category><![CDATA[DPMD Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Inspektorat Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kasiman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9685</guid>

					<description><![CDATA[BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com</strong> – Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Besah, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 yang mencapai <strong>Rp910.074.000</strong> diduga berbanding terbalik dengan kualitas sarana prasarana yang dibangun.</p>
<p>Salah satu proyek yang disorot adalah <strong>pembangunan drainase di Dusun Palangan RT 02 RW 02</strong> dengan nilai sebesar <strong>Rp114.410.000</strong> yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025. Dari pantauan di lapangan, material yang digunakan berupa <strong>pasir darat</strong>, padahal untuk pondasi bangunan drainase yang kerap dilalui air seharusnya digunakan pasir berkualitas seperti <strong>pasir Lumajang atau pasir Bengawan yang sudah dicuci</strong>.</p>
<figure id="attachment_9686" aria-describedby="caption-attachment-9686" style="width: 1302px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9686" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0044.jpg" alt="" width="1302" height="1080" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0044.jpg 1302w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0044-768x637.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1302px) 100vw, 1302px" /><figcaption id="caption-attachment-9686" class="wp-caption-text">Tampak dalam papan informasi yang baru dipasang tersebut nilai proyek sebesar Rp114. 410.000</figcaption></figure>
<p>Penggunaan material yang dinilai tak layak tersebut memunculkan keraguan masyarakat akan kualitas infrastruktur yang sedang dibangun.</p>
<h3>Konfirmasi Berujung Buntu</h3>
<p>Wartawan <strong>dutaperistiwa.com</strong> yang mencoba mengkonfirmasi pihak terkait justru menemui jalan buntu. <strong>Machmoeddin</strong>, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro, ketika dikonfirmasi melalui akun WhatsApp pribadinya pada Jumat (22/08/2025), memilih bungkam meski pesan terlihat telah terbaca. Hal serupa juga ditunjukkan oleh Kepala Desa Besah, <strong>Mbah Dul</strong>, yang enggan memberikan jawaban.</p>
<p>Sikap tutup mulut dari pihak desa maupun DPMD menambah tanda tanya publik terkait transparansi dan kualitas pelaksanaan pembangunan.</p>
<h3>Masyarakat Kecewa</h3>
<p>Warga menilai kondisi ini mencerminkan ketidakseimbangan antara <strong>besar anggaran dengan hasil pembangunan</strong>. “Kalau Dana Desa (DD) sampai hampir 1 miliar tapi hasilnya seperti ini, tentu sangat disayangkan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.</p>
<figure id="attachment_9687" aria-describedby="caption-attachment-9687" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9687" src="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0045.jpg" alt="" width="1600" height="942" srcset="https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0045.jpg 1600w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0045-768x452.jpg 768w, https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250822-WA0045-1536x904.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-9687" class="wp-caption-text">Pasir darat yang digunakan sebagai campuran dalam pekerjaan drainase yang menjadi sorotan warga</figcaption></figure>
<p>Masyarakat berharap <strong>Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono</strong> segera turun tangan untuk mengevaluasi pembangunan di desa, agar keuangan negara yang digelontorkan benar-benar menghasilkan infrastruktur berkualitas.</p>
<h3>Regulasi Keuangan Desa</h3>
<p>Sebagaimana diatur dalam:</p>
<ul>
<li><strong>UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa</strong>, Pasal 72 ayat (1) huruf d menyebutkan Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota untuk desa.</li>
<li><strong>Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2023 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024</strong> (yang berlaku transisi ke 2025) menegaskan bahwa Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dengan mengutamakan peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, serta penanggulangan kemiskinan.</li>
<li><strong>Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa</strong>, Pasal 2 menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, partisipatif, serta tertib dan disiplin anggaran.</li>
</ul>
<p>Jika dalam praktiknya pembangunan desa justru dikerjakan dengan kualitas minim, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan desa sebagaimana diamanatkan undang-undang.</p>
<h3>Harapan ke Depan</h3>
<p>Masyarakat berharap ke depan tidak ada lagi praktik pembangunan yang terkesan asal jadi. Besarnya anggaran Dana Desa semestinya benar-benar digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga, bukan sekadar menggugurkan kewajiban pembangunan.</p>
<p>“<strong>Jangan sampai anggaran dibesarkan, tapi kualitas diminimalkan. Masyarakat butuh pembangunan yang bermutu agar benar-benar bisa terwujud Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,</strong>” pungkas warga.</p>
<p>Views: 0</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Alasgung Gelar Gebyar Tasyakuran Sedekah Bumi, Warga Tumpah Ruah di Jalan Poros Desa</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/19/desa-alasgung-gelar-gebyar-tasyakuran-sedekah-bumi-warga-tumpah-ruah-di-jalan-poros-desa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=desa-alasgung-gelar-gebyar-tasyakuran-sedekah-bumi-warga-tumpah-ruah-di-jalan-poros-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 09:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Pendidikan, Kesenian, Pariwisata, Sejarah dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Alasgung]]></category>
		<category><![CDATA[DPMD Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[sedekahbumi]]></category>
		<category><![CDATA[sugihwaras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9631</guid>

					<description><![CDATA[BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Ratusan warga Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro memadati jalan poros utama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com</strong> – Ratusan warga Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro memadati jalan poros utama desa dalam rangka <em>Gebyar Tasyakuran Sedekah Bumi</em>, Selasa (19/08/2025). Tradisi tahunan yang digelar di depan pintu gerbang makam desa itu berlangsung meriah sekaligus khidmat.</p>
<p>Demi kelancaran acara, akses jalan utama ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif kampung. Sejak pukul 13.00 WIB, sekitar 500 warga mulai berdatangan, terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak. Hadir pula para tokoh agama, ta&#8217;mir masjid, perangkat desa, serta Kepala Desa Alasgung, Bandrio, yang memimpin langsung jalannya kegiatan.</p>
<p>Sekitar pukul 14.00 WIB hujan deras sempat mengguyur lokasi. Namun, suasana tidak menyurutkan semangat jamaah untuk tetap khusyuk mendengarkan tausiah yang disampaikan KH. Shofiudin Makmun Abbas. Siraman rohani tersebut menjadi puncak acara sekaligus wujud syukur masyarakat Alasgung atas nikmat rezeki dan hasil bumi yang melimpah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kepala Desa Alasgung, <strong>Bandrio</strong>, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang tetap kompak menjaga tradisi leluhur.</p>
<blockquote><p><em>“Alhamdulillah, meskipun diguyur hujan, warga tetap semangat mengikuti acara ini. Tradisi Sedekah Bumi bukan hanya bentuk doa dan syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan serta menjaga kelestarian budaya desa kita. Mari terus kita jaga kekompakan ini untuk kemajuan Alasgung ke depan,”</em> ungkap Bandrio.</p></blockquote>
<p>Menurut Bayan Ari, salah satu perangkat desa, kegiatan pengajian dan doa bersama dalam rangka sedekah bumi ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun di bawah kepemimpinan Kepala Desa Bandrio. “Tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk syukur atas rezeki, kenyamanan tempat tinggal, serta hasil kebun dan panen sawah yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.</p>
<p>Acara yang ditutup dengan doa bersama tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, sekaligus menjadi simbol kuatnya kearifan lokal dan semangat gotong-royong di Desa Alasgung.</p>
<p><em><strong>Pewarta : Dadik</strong></em></p>
<p>Views: 1</p>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9631</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
