<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Nurul Azizah Arsip - DUTA PERISTIWA</title>
	<atom:link href="https://www.dutaperistiwa.com/tag/nurul-azizah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.dutaperistiwa.com/tag/nurul-azizah/</link>
	<description>Pemburu Fakta dan Realita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Aug 2025 13:49:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.dutaperistiwa.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-DUTA-PERISTIWA-02-100x75.png</url>
	<title>#Nurul Azizah Arsip - DUTA PERISTIWA</title>
	<link>https://www.dutaperistiwa.com/tag/nurul-azizah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215466646</site>	<item>
		<title>Melalui Program Adiwiyata, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Pendidikan Berbasis Lingkungan yang Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/melalui-program-adiwiyata-pemkab-bojonegoro-wujudkan-pendidikan-berbasis-lingkungan-yang-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 13:49:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Pendidikan, Kesenian, Pariwisata, Sejarah dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Politik dan Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[#Adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[#Nurul Azizah]]></category>
		<category><![CDATA[#Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9732</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com &#8211; Program Adiwiyata sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat,...</p>
<p>Artikel <a href="https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/melalui-program-adiwiyata-pemkab-bojonegoro-wujudkan-pendidikan-berbasis-lingkungan-yang-berkelanjutan/">Melalui Program Adiwiyata, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Pendidikan Berbasis Lingkungan yang Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.dutaperistiwa.com">DUTA PERISTIWA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com &#8211; Program Adiwiyata sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan lestari, terus digalakkan oleh Pemkab Bojonegoro. Melalui program ini pula, Bojonegoro hendak mewujudkan gerakan pendidikan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Program Adiwiyata sejatinya sudah lama kita jalankan. Kini semangat itu kita hidupkan kembali dengan sinergi yang lebih kuat,” tegas Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menghadiri kegiatan pembinaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang diselenggarakan di ruang Angling Dharma lt.2 gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (25/08/2025).</p>
<p>Wakil Bupati menjelaskan, program Adiwiyata sejalan dengan visi dan misi Bupati Bojonegoro yang dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Yakni lima prioritas pembangunan: peningkatan SDM, pertumbuhan ekonomi, lingkungan lestari, pemerintahan yang bersih, serta kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Apalagi, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, misi lingkungan lestari menjadi prioritas, termasuk pengelolaan sampah, peningkatan ruang terbuka hijau, serta kebersihan dari hulu hingga hilir. “Di sekolah, hal ini diwujudkan melalui program Adiwiyata,” jelasnya.</p>
<p>Hingga tahun 2023, tercatat ada 217 sekolah Adiwiyata di Bojonegoro. Yakni terdiri dari 170 tingkat kabupaten, 36 tingkat provinsi, 11 tingkat nasional dan mandiri. Beberapa sekolah bahkan berhasil menorehkan prestasi membanggakan, seperti SMPN 4 Bojonegoro (2016), SMPN 1 Bojonegoro (2018), dan SMAN 1 Sumberrejo (2019) yang meraih predikat Adiwiyata Mandiri.</p>
<p>Meski demikian, dalam lima tahun terakhir perkembangan Adiwiyata di Bojonegoro sempat melambat. Oleh karena itu, tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan kembali dengan target lebih banyak sekolah lolos ke tingkat provinsi, nasional, hingga mandiri. “Kami berharap sekolah-sekolah muda seperti SMAN 1 Sugihwaras dan SMPN 1 Margomulyo bisa menjadi motor penggerak menuju Adiwiyata Nasional,” tambahnya.</p>
<p>Dengan komitmen ini, Bojonegoro menargetkan tahun 2026 semakin banyak sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten naik ke jenjang yang lebih tinggi. Ini sebagai wujud nyata gerakan pendidikan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro Luluk Alifah menuturkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan dalam suasana penuh semangat. Pihaknya terus mendorong gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah melalui program Adiwiyata. “Langkah ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang peduli serta berbudaya ramah lingkungan,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pembinaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah ini bertujuan memberikan pembinaan dan arahan kepada sekolah; mendorong partisipasi aktif sekolah, guru, dan peserta didik dalam menjaga kelestarian lingkungan; juga menumbuhkan kreativitas serta inovasi pembelajaran terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup. Selain itu, lewat kegiatan ini, pemkab berusaha mengimplementasikan proyek pendidikan berkelanjutan di sekolah masing-masing.</p>
<p>Sebanyak 80 sekolah rintisan Adiwiyata hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru pendamping, serta tim Adiwiyata sekolah.</p>
<p>Luluk Alifah berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran lingkungan, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kualitas sekolah Adiwiyata di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini juga diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar dapat berjalan berkesinambungan menuju sekolah berwawasan lingkungan.</p>
<p><em><strong>red/fif/nn</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/melalui-program-adiwiyata-pemkab-bojonegoro-wujudkan-pendidikan-berbasis-lingkungan-yang-berkelanjutan/">Melalui Program Adiwiyata, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Pendidikan Berbasis Lingkungan yang Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.dutaperistiwa.com">DUTA PERISTIWA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan BUM Desa di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Kelola GAYATRI Guna Wujudkan Ketahanan Pangan Warga</title>
		<link>https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/puluhan-bum-desa-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-kelola-gayatri-guna-wujudkan-ketahanan-pangan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 13:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Sosial dan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BUMDesa]]></category>
		<category><![CDATA[#Gayatri]]></category>
		<category><![CDATA[#Nurul Azizah]]></category>
		<category><![CDATA[#Setyo Wahono]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Bojonegoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dutaperistiwa.com/?p=9729</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com &#8211; Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggerakkan program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) untuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/puluhan-bum-desa-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-kelola-gayatri-guna-wujudkan-ketahanan-pangan-warga/">Puluhan BUM Desa di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Kelola GAYATRI Guna Wujudkan Ketahanan Pangan Warga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.dutaperistiwa.com">DUTA PERISTIWA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOJONEGORO, dutaperistiwa.com &#8211; Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggerakkan program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) untuk mewujudkan ketahanan pangan warga dan mengurangi angka kemiskinan. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemkab menggelar pelatihan bagi pengelola badan usaha milik desa (BUM Desa) yang menjadi bagian dalam pelaksanaan program. Pelatihan dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kanor, Senin (25/08/2025) dan diikuti perwakilan dari enam kecamatan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, Presiden Prabowo punya beberapa program dalam asta cita. Salah satunya ketahanan pangan. Dan ada 4 yang sudah dilakukan pusat ke daerah yakni makan berguzi gratis (MBG), sekolah rakyat, koperasi desa merah putih dan yang keempat cek kesehatan gratis (CKG).</p>
<p>“Ada empat hal yang harus segera ditangani, pertama adalah menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan IPM, pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran,” tandasnya.</p>
<p>Program GAYATRI sendiri direalisasikan melalui tiga sumber anggaran. Yakni APBD, CSR Perusahaan, dan Dana Desa 10%. Selain program GAYATRI, Pemkab juga melaksanakan program Kolam Lele Keluarga (Kolega) yang dilaksanakan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan. “Tujuan Bapak Bupati masyarakat Bojonegoro punya penghasilan harian,” kata Nurul.</p>
<p>Di Desa Piyak dan Sedeng (Kecamatan Kanor), untuk program GAYATRI ini, per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bisa menghasilkan 40 butir dalam sehari. Ketika KPM sudah mandiri mendapatkan penghasilan harian, maka Pemkab akan berganti ke sasaran yang lain agar program bisa berkelanjutan.</p>
<p>Camat Kanor, Faishol Ahmadi menyampaikan bahwa Kecamatan Kanor berikhtiar menyukseskan program. Ia berharap selalu mendapat pendampingan dari Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat.</p>
<p>“Suatu kebanggan bagi kami, Kecamatan Kanor ditunjuk sebagai tuan rumah penyelangaaraan,” ungkapnya.</p>
<p>Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin menambahkan jumlah BUM Desa di Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 419 unit, yang diklasifikasikan ke dalam empat kategori perkembangan. Yaitu 231 BUM Desa Perintis, 103 BUM Desa Pemula, 77 BUM Desa Berkembang dan 7 BUM Desa Maju.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 BUM Desa telah berbadan hukum, dan 31 BUM Desa telah memiliki nomor induk berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha.</p>
<p>Dari BUM Desa yang ada, lanjut dia, sebanyak 307 BUM Desa bergerak di bidang ketahanan pangan, yang mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai unit usaha yang paling dominan.</p>
<p>Melalui pelatihan ini, diharapkan bisa mendorong penguatan kapasitas kelembagaan BUM Desa dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya ayam petelur. Juga menumbuhkan kesadaran dan komitmen pengelola BUM Desa terhadap peran strategis mereka dalam mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.</p>
<p>“Terlebih menyiapkan ekosistem desa yang mampu menyerap hasil produksi telur secara berkelanjutan melalui skema bisnis lokal,” tandasnya.</p>
<p>Machmudin menambahkan pengelola BUM Desa diharapkan memiliki pengetahuan teknis dan manajerial terkait budidaya ayam petelur dan pengelolaan hasil produksi. Karena posisi BUM Desa sangat strategis, yakni menjadi mitra pembeli, penyedia pakan, dan pendamping usaha bagi KPM, hingga membantu distribusi dan pemasaran.</p>
<p>“Kami berharap pelatihan ini juga bisa mendorong lahirnya model bisnis yang berbasis pada potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Peserta pelatihan GAYATRI untuk pengelola BUMDesa dilakukan dua gelombang untuk wilayah Kanor dan Dander. Peserta pelatihan gelombang pertama di Kecamatan Kanor ini diikuti sejumlah 58 orang terdiri dari direktur BUM Desa se Kecamatan Kanor 25 orang, pendamping GAYATRI dari unsur BUM Desa yang diundang dari Kecamatan Kanor, Sugihwaras, Kepohbaru, Baureno, Sumberrejo, dan Trucuk sejumlah 33 orang.</p>
<p>Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai Senin (25/8/2025) hingga Rabu (27/8/2025) di Pendopo Kecamatan Kanor. Pemilihan lokasi di Kecamatan Kanor ini dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Kanor telah berhasil melaksanakan program GAYATRI, utamanya di Desa Piyak dan Sedeng.</p>
<p>“Di dua desa itu, rata rata produksi antara 20-40 butir telur perhari dan bisa menjadi lokasi percontohan untuk peserta pelatihan,” pungkasnya.</p>
<p><em><strong>red/ai/nn</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://www.dutaperistiwa.com/2025/08/25/puluhan-bum-desa-di-bojonegoro-ikuti-pelatihan-kelola-gayatri-guna-wujudkan-ketahanan-pangan-warga/">Puluhan BUM Desa di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Kelola GAYATRI Guna Wujudkan Ketahanan Pangan Warga</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.dutaperistiwa.com">DUTA PERISTIWA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9729</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
