Keluhan Ibu-Ibu Perumahan Mutiara Cepu: Gas 3 Kg Cepat Habis, Dapur Jadi Ikut Resah

Gambar ilustrasi seorang ibu rumah tangga yang merasa kesal LPG yang baru dibeli hanya bisa dipakai sebentar sudah habis

BLORA, dutaperistiwa.com – Suara keluhan terdengar dari beberapa dapur rumah tangga di Perumahan Mutiara Cepu. Bukan soal harga bahan pokok atau kompor yang rusak, melainkan pada tabung gas elpiji melon 3 kilogram yang seharusnya jadi penopang utama kegiatan memasak sehari-hari.

Dewi (40), seorang ibu rumah tangga, tampak gusar saat menceritakan pengalamannya. Tabung gas yang baru saja ia beli, ternyata hanya bisa dipakai sekali memasak.
“Baru dipakai sekali masak sayur, sudah habis. Padahal isinya kan harusnya 3 kilo, tapi rasanya jauh dari itu,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Hal serupa dialami Susi (50), ibu lainnya yang tinggal di perumahan yang sama. Baginya, persoalan gas ini bukan sekadar urusan teknis, tapi sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari.
“Hampir tiap kali beli LPG, ceritanya sama. Baru sebentar dipakai, sudah kosong. Mau tak mau kami harus beli lagi. Tentu sangat memberatkan,” katanya.

BACA JUGA  KPK Dorong Integritas dalam Tata Kelola Pengadaan di BUMN, Pertamina Jadi Contoh Penguatan Sistem
Gambar ilustrasi seorang ibu rumah tangga yang merasa kesal LPG yang baru dibeli hanya bisa dipakai sebentar sudah habis

Bagi para ibu rumah tangga, gas melon bukan sekadar tabung berwarna hijau. Ia adalah teman setia di dapur—yang menyalakan api untuk menanak nasi, menggoreng lauk, hingga membuatkan teh hangat untuk keluarga. Maka ketika isinya berkurang, keresahan pun ikut memenuhi rumah.

BACA JUGA  Satukan Langkah, Bulatkan Tekad, DPD IWO-I Bojonegoro Solid Bergerak

Warga menduga, ada praktik curang dalam proses pengisian di SPBE yang membuat tabung gas tidak terisi sesuai takaran. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait turun tangan melakukan pengawasan ketat.
“Jangan sampai masyarakat kecil terus yang dirugikan. Kami cuma ingin dapur tetap ngebul, tanpa harus selalu was-was gas cepat habis,” tutur Dewi.

BACA JUGA  Rem Blong di Jalur Proyek, Nyawa Melayang: Dugaan Kelalaian dan Standar Keselamatan Dipertanyakan

Keluhan ini menjadi pengingat bahwa persoalan sederhana di dapur bisa berdampak besar pada keseharian. Bagi para ibu di Perumahan Mutiara Cepu, kejujuran dalam pengisian gas bukan hanya soal bisnis, tapi soal keberlangsungan hidup keluarga.

Goen

Views: 5

Verified by MonsterInsights