KOTA MALANG, dutaperistiwa.com – Banjir yang melanda Kota Malang pada Kamis, 4 Desember 2025, kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa upaya mitigasi bencana oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang belum berjalan efektif. Persoalan klasik—mulai dari drainase yang tak optimal hingga sedimentasi yang menumpuk bertahun-tahun—dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang dari Dapil Klojen, H. Bayu Rekso Aji, menegaskan bahwa masalah ini bukanlah hal baru. Selama lima tahun terakhir, berbagai laporan teknis, inspeksi lapangan, serta rekomendasi resmi telah berulang kali disampaikan kepada Pemkot melalui forum-forum DPRD. Namun, langkah konkret yang diambil pemerintah dinilai tak sebanding dengan urgensi masalah di lapangan.
“Ini bukan soal kurangnya kajian atau teori. Diagnosanya sudah jelas. Yang dibutuhkan adalah tindakan tegas,” tegas Bayu.

Ia menyoroti bangunan-bangunan yang melanggar aturan dan menghambat aliran air, namun tetap dibiarkan berdiri tanpa penertiban. Menurutnya, penegakan regulasi harus menjadi prioritas apabila Kota Malang ingin keluar dari siklus banjir tahunan.
Terkait tata kelola anggaran, Bayu juga memberikan rekomendasi tegas kepada Pemkot dan DPRD. Ia menilai bahwa dalam penyusunan APBD 2027 mendatang, program RT Berkelas perlu dievaluasi ulang. Anggaran tersebut, lanjutnya, lebih tepat jika diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat luas.
“Banjir pada 4 Desember adalah alarm keras. Kota ini tidak boleh terus-menerus tenggelam dalam masalah yang sebenarnya sudah kita ketahui dan kita sampaikan sejak lima tahun lalu,” ujarnya.
Bayu berharap Pemkot segera bergerak cepat dan serius dalam penegakan aturan, sementara DPRD siap memberikan dukungan politik melalui fungsi pengawasan dan penganggaran. Dengan sinergi dan langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan, ia meyakini Kota Malang dapat membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh dan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang. (Yuni)
Views: 0






