BOJONEGORO I DUTA PERISTIWA – Bojonegoro Youth Festival (BYF) 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, mengasah keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri. Berbagai kompetisi dan pertunjukan seni mewarnai festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bojonegoro Sport Center (BSC), sekitar Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jalan Veteran, ini menghadirkan beragam aktivitas kepemudaan, mulai dari kompetisi pidato, Talent Parade, Battle of Mind (BOM), olahraga, hingga pertunjukan seni dan pengembangan keterampilan.
Sejak pagi hingga berakhir malam nanti, festival tersebut menjadi tempat berkumpulnya pelajar, komunitas anak muda, dan masyarakat yang ingin menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta.
Berdasarkan data yang dihimpun, kompetisi pidato kepemudaan diikuti 10 peserta, sedangkan Talent Parade diikuti 15 peserta. Sementara itu, kompetisi Battle of Mind melibatkan peserta dari sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran penonton yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang. Mereka terdiri atas siswa-siswi sekolah, masyarakat umum, serta pendukung masing-masing peserta yang mengikuti jalannya perlombaan dan pertunjukan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 22.50 WIB nanti malam. Durasi tersebut menunjukkan tingginya aktivitas festival yang memadukan kompetisi, hiburan, dan pengembangan potensi generasi muda.
Adu Gagasan hingga Unjuk Bakat
Dalam kompetisi pidato, para peserta mendapatkan kesempatan menyampaikan gagasan dan pandangan di hadapan dewan juri. Penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan berbicara di depan publik, penyampaian pesan, serta penguasaan materi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dewan juri kompetisi pidato melibatkan Priyo Martono dan ODSA Adnan. Adapun kompetisi Battle of Mind menghadirkan juri dari Ruangguru.
Sementara itu, Talent Parade menjadi panggung bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan di bidang seni pertunjukan, termasuk tari dan dance kelompok.
Ketiga kegiatan tersebut memberikan ruang berbeda bagi anak muda untuk berkompetisi secara sehat, mengembangkan potensi, serta memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik.
Nafisa Dukung Festival Jadi Agenda Tahunan
Dukungan terhadap penyelenggaraan Bojonegoro Youth Festival 2026 juga disampaikan Nafisa (18), pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Padangan, yang mengikuti kegiatan tersebut bersama grup dance-nya, Blazing Star.

Nafisa menilai festival seperti ini penting karena memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menyalurkan bakat, memperlihatkan kemampuan, serta mendapatkan pengalaman baru melalui kompetisi dan pertemuan dengan kelompok lain.
Ia menyatakan sangat mendukung penyelenggaraan Bojonegoro Youth Festival dan berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Bojonegoro semata.
Menurutnya, festival kepemudaan perlu dijadikan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar semakin banyak anak muda memperoleh ruang untuk berkembang, berkreasi, dan menunjukkan prestasi.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa generasi muda membutuhkan ruang aktualisasi yang nyata. Bukan hanya sebagai penonton dalam pembangunan daerah, tetapi juga sebagai pelaku yang mampu menyumbangkan kreativitas, gagasan, dan karya positif bagi masyarakat.
Perlu Keberlanjutan, Bukan Sekadar Perayaan
Penyelenggaraan Bojonegoro Youth Festival 2026 menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang partisipasi bagi generasi muda dalam momentum HJB ke-349. Festival ini juga sejalan dengan kebutuhan untuk mendorong tumbuhnya generasi yang kreatif, percaya diri, inovatif, dan mampu berkolaborasi.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi program pembinaan kepemudaan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah dapat memperluas keterlibatan sekolah, komunitas seni, organisasi kepemudaan, serta pelaku industri kreatif agar potensi anak muda Bojonegoro semakin terwadahi.
Dengan demikian, Bojonegoro Youth Festival bukan sekadar panggung hiburan, melainkan juga investasi sosial untuk menyiapkan generasi muda yang berprestasi, mandiri, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Reporter: Gunaidik
Editor: Redaksi
Views: 0






