PT. GMM Bulog Pastikan Petani Tebu, 99 Persen Giling 2026 Tetap Berjalan dan Tidak Akan Terlambat

BLORA, dutaperistiwa.com – Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggelar rapat istimewa di Bumi Indah Flora Tinapan Kecamatan Todanan (samping Pabrik Gula PT.GMM Bulog), Rabu 28 Januari 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua APTRI Drs H. Sunoto dan dihadiri selain pengurus APTRI, perwakilan para petani tebu yang kemarin ikut ngluruk ke Bulog pusat Jakarta dan Rahmatouloh, ST., Kabag Tanaman utusan dari pihak managemen PT.GMM Bulog.

Dengan suara lantang dan penuh wibawa Ketua APTRI Blora menyampaikan puji syukur kepada Allah karena berkat perjuangan dari Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman SIP, M.Si, Wakil Bupati Blora Hj Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, S.Pd.I., dan pengurus APTRI serta dukungan para petani tebu telah membuahkan hasil disetujuinya oleh Dirut Perum Bulog bahwa pabrik gula PT. GMM Bulog tetap akan melaksanakan giling 2026.
Dengan memperbaiki dua boiler yang rusak berat diganti dengan boiler baru.

Disamping itu juga akan dilaksanakan reformasi di internal jajaran managemen PT. GMM Bulog.
Bahkan juga akan dilaksanakan revitalisasi hubungan tripartit antara Pihak Pabrik gula,Petani tebu/APTRI dan Pemerintah Daerah.
Renovasi pabrik gula PT. GMM Bulog tersebut akan segera diwujudkan kalau usulan dana margin fee Bulog ke Setneg sebesar 7 persen disetujui oleh Menteri Sekretaris Negara.

“Ternyata pada hari Jumat 23 Januari 2026 usulan dana tersebut menurut keterangan dari Direktur Keuangan Bulog telah di ACC oleh Menteri Sekretaris Negara,Prasetyo Hadi,” kata Sunoto.

Namun kenyataan sampai hari ini belum ada kejelasan kapan dana akan direalisasikan untuk memperbaiki boiler di Pabrik gula PT. GMM Bulog.

“Sementara saat ini sudah memasuki akhir bulan Januari 2026.Sedangkan proses lelang dan melaksanakan kegiatan renovasi boiler pabrik gula membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan,” lanjutnya.

“Sehingga diperkirakan kalau dana cair bulan januari 2026 maka giling tebu 2026 pabrik gula PT. GMM Bulog akan diawali bulan Juni 2026. Sayang realita yang ada sampai saat ini masih harus menunggu keluarnya inpres yang melibatkan tiga kementerian. Pertanyakan logis yang muncul dari para petani tebu”masih membutuhkan waktu berapa hari lagi kita menunggu keluarnya inpres,” sambung Sunoto.

BACA JUGA  Perluas Jangkauan, Pemkab Bojonegoro dan Bea Cukai Sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” Lewat Radio

Berkenaan hal tersebut, kata Sunoto, para petani tebu mengalami kerisauan, cemas dan mengharapkan segara ada kepastian kapan dana untuk perbaikan boiler pabrik gula akan cair.

Mengingat kalau tidak ada kepastian berarti ada kemoloran atau kemunduran awal giling tebu 2026 dan harga tebu dikwatirkan akan turun.

Oleh sebab itu beberapa petani tebu menyampaikan uneg-uneg sebagai upaya solusi agar para petani nasibnya tidak diujung tanduk kehancuran.

Ketua APTRI Drs H.Sunoto mengusulkan adanya gerakan sapu jagat untuk menggugat ke Jakarta lagi agar ada kejelasan dan kepastian informasi dengan sasaran ke kantor Dirut Perum Bulog, Menteri terkait, Istana Presiden dan terakhir ke KPK.

Ia mendalilkan dengan landasan utama adalah QS Ar-Ra’d:11 yang menyatakan Allah tidak merubah nasib suatu kaum hingga mengubah keadaan diri mereka sendiri melaluhi ikhtiar.

“Kapan lagi kita bergerak untuk merubah nasib kita kalau bukan saat ini juga,” tegas Sunoto disambut tepuk tangan gemuruh oleh para peserta rapat.

Darmadi, peserta rapat merespon dengan antusias, ia setuju kembali nglurug ke Jakarta lagi namun harus ada persiapan yang matang dan mohon izin dan petunjuk dari Bupati dan ketua DPRD Blora.

Karena kalau pabrik gula tidak segera giling berdampak kepada harga tebu turun dan adanya ketersedian angkutan tebu yang layak.

Kemudian Agus Joko Susilo, meminta kepada petani harus kompak, bersatu dan tidak boleh putus asa.

Karena gerakan petani akan menentukan nilai tawar dan nasib kedepan.

“Kalau kita diam bisa terjadi kiamat Kubra (kiamat besar) bagi petani tebu di bumi Blora mustika akan terjadi dan pabrik gula GMM Bulog akan menjadi musium hantu. Sangat ironis di saat presiden Prabowo Subianto mencanangkan swasembada gula 2027 malah pabrik Gula GMM Bulog bubar alias berhenti giling.

Selanjutnya, Srikandi tebu Sri Wahyuningsih, dirinya juga sepakat mendukung gerakan petani ke Jakarta dengan peserta yang lebih banyak dibanding kemarin tapi dengan konsep yang jelas, bawa surat dari APTRI untuk memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto agar persoalan Pabrik Gula PT. GMM Bulog segera tuntas.

BACA JUGA  Puluhan BUM Desa di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Kelola GAYATRI Guna Wujudkan Ketahanan Pangan Warga

Sedangkan Choirul mengusulkan sebelum berjuang ke Jakarta lebih dahulu kita melaksanakan aksi damai dengan memakai seragam samin petani tebu mendatangi pabrik gula, Kantor Bupati dan DPRD Blora, dengan membawa spanduk isinya tuntutan petani tebu dan salah satunya tulisan adalah Bedah GMM.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris APTRI Anton Sudibdyo dengan semangat membara mengungkapkan keanehan pabrik gula PT. GMM Bulog pabrik baru sering rusak dan setiap musim giling selalu merugi, apakah selama ini terjadi salah kelola?

Petani tebu harus berani bersuara keras untuk memperjuangkan nasib mereka.

Ia siap demo ke jakarta dengan tuntutan minta kejelesan kapan pabrik gula GMM Bulog segera renovasi.

“Jangan sampai para petani tebu diombang-ambingkan oleh janji yang tak pernah terealisasi. Mari dengan spirit Bung Karno rawe-rawe rantas malang-malang putung kita tuntaskan perjuangan kita sampai terwujudnya terminal kemakmuran dan kesejahteraan petani tebu,” tegasnya.

Sementara tanggapan dari utusan Pabrik Gula PT. GMM Bulog Rahmatouloh ST, meminta agar persoalan belum jelasnya informasi kapan renovasi PT. GMM Bulog akan dimulai agar bisa ditempuh dengan cara dialog musyawarah untuk mufakat.

Ia sangat meyakini janji Dirut Perum Bulog pasti akan dipenuhi karena saat ini tinggal menunggu proses normatif yang melandasi cairnya dana perbaikan pabrik gula.

Sehingga dari pihak managemen PT. GMM Bulog sudah mempersiapkan berbagai langkah untuk melaksanakan renovasi pabrik gula.
Bahkan sudah menentukan kapan awal giling 2026 dimulai.

“Kalau bulan Januari dana cair maka giling tebu 2026 direncanakan awal Juni 2026.
Karena kegiatan proses lelang dan perbaikan boiler diperkirakan membutuhkan waktu empat bulan,” terangnya.

Sementara itu Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., selaku penasehat APTRI ketika diminta untuk memberikan masukan menyarankan kepada pengurus APTRI untuk melakukan langkah akrobatik karena faktor pembatas adalah waktu dan sifatnya urgen.

Tiga langkah akrobatik yang perlu segera dilaksanakan, yaitu :

BACA JUGA  Wakil Bupati Bojonegoro Jadi Konsumen Pertama Panen Melon, Apresiasi Inovasi Petani Lokal

Pertama, segera melakukan komunikasi dengan bapak Bupati dan Wakil Bupati Blora untuk memperoleh informasi terbaru berkaitan dengan proses pencairan dana untuk renovasi pabrik gula.

“Dan bila diperkenankan mohon langsung dihubungkan ke nara sumber di Jakarta yang bisa memberi pencerahan tentang hal tersebut,” tuturnya.

Kedua, melakukan pendekatan ke ketua DPRD Blora supaya bisa dibangun komunikasi khusus dengan pihak di Sekretaris Negara supaya proses administrasi yang menjadi dasar persyaratan untuk pencairan dana segera bisa dipenuhi.

“Ketiga, mumpung hari ini Plt. Direktur utama PT. GMM Bulog Sri Emilia Mudiyanti di Blora selesai rapat kita menghadap untuk mendapatkan informasi terbaru dan langkah yang dipersiapkan oleh pihak managemen PT. GMM Bulog dalam upaya merenovasi pabrik gula,” kata Bambang Sulistya.

Diluar dugaan pengurus APTRI dan para petani tebu bisa diterima langsung oleh Dirut PT GMM Bulog.

Menurut penjelasannya saat ini pihak GMM Bulog sudah melakukan pendekatan ke berbagai vendor yang bisa menyediakan peralatan boiler sambil menunggu proses administrasi untuk pencairan dana renovasi dari Bulog pusat.

Diperkirakan kalau dana perbaikan cair bulan Januari 2026 maka rencana giling tebu 2026 diperkirakan di awal Juni 2026.

Bahkan ketika ada pertanyaan apakah awal giling 2026 di Pabrik gula PT GMM Bulog tidak akan mengalami kemunduran atau terlambat.

Dengan sikap optimis Direktur Operasional PT. GMM Bulog Krisna Murtiyanto menjawab “99 persen dipastikan giling 2026 tetap berjalan dan tidak akan terlambat”.

Mendengar jawaban tersebut semua yang hadir di pertemuan rumah kumpul menyambut dengan suka cita dan suara amin serta tepuk tangan bersama.

Pertemuan diakhiri dengan doa rasa syukur oleh Anton Sudibdyo dengan harapan semoga giling tebu 2026 berjalan lancar dan para petani tebu bisa meningkat pendapatan mereka.

Redaksi

Verified by MonsterInsights