Peringatan Harlah Satu Abad NU di Malang Jadi Momentum Perayaan Toleransi

MALANG, dutaperistiwa.com – Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu–Minggu (7–8/2/2026) tidak hanya menjadi ajang religius, tetapi juga menjelma sebagai momentum perayaan toleransi dan persaudaraan lintas iman di Malang Raya.

Hal tersebut tampak dari keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat lintas agama dan organisasi kemasyarakatan yang bergotong royong mendukung kelancaran Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang.

Sejumlah gereja di Kota Malang bahkan secara sukarela meniadakan ibadah pada Sabtu sore dan Minggu pagi, serta menyediakan fasilitas transit, tempat wudhu, hingga lokasi salat bagi para jamaah. Selain itu, kalangan Muhammadiyah juga turut mendirikan posko layanan bagi jamaah Mujahadah Kubro.

Wujud nyata toleransi juga terlihat dari kolaborasi Malang Peduli Demokrasi (MPD), Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya, serta Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Ketiga elemen tersebut membuka Posko Layanan Gratis Mujahadah Kubro yang berlokasi di Rumah Makan Kertanegara, Jalan Kertanegara, Kota Malang.

BACA JUGA  Bupati Pesawaran Hj. Nanda lndira Bastian, SE, M.M. Serahkan SK 3,457 PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Pesawaran

Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya, Pdt. David Tobing, menjelaskan bahwa posko tersebut menyediakan air minum kemasan dan roti secara gratis bagi puluhan ribu jamaah yang mengikuti Mujahadah Kubro.

“Di Posko Layanan Gratis Mujahadah Kubro ini kami menyediakan air minum kemasan dan roti yang dibagikan secara gratis kepada jamaah,” ujar Pdt. David Tobing.

Ia menambahkan, seluruh logistik yang disediakan merupakan hasil gotong royong berbagai elemen di MPD, FKAUB, INTI, serta dukungan dari berbagai kalangan. Sejumlah relawan juga diterjunkan untuk membantu proses pembagian kepada jamaah.

“Semua sangat antusias, baik dukungan material maupun moril. Kami melakukannya dengan suka cita dan semangat persaudaraan. Ini aksi nyata kami untuk saudara-saudari yang mengikuti Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad NU,” jelasnya.

Menurut Pdt. David, partisipasi lintas iman ini menjadi bukti kuatnya nilai toleransi yang telah mengakar di Kota Malang dan Malang Raya.

“Peringatan Harlah Satu Abad NU ini menjadi momentum perayaan toleransi terbesar di Malang Raya, bahkan bisa dikatakan di Jawa Timur dan Indonesia. Terima kasih atas kebersamaan dan persaudaraan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Malang Peduli Demokrasi (MPD), Imam Muslich, juga menegaskan bahwa peringatan Harlah Satu Abad NU di Kota Malang merupakan peristiwa penting dalam memperkuat semangat toleransi nasional.

Ia mengapresiasi solidaritas, kebersamaan, keguyuban, dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat yang bahu-membahu mendukung kelancaran kegiatan di Stadion Gajayana.

“Ini bukan hanya perayaan NU, tetapi perayaan toleransi di Malang, bahkan di Indonesia. Kita melihat dan merasakan bagaimana semua pihak bersatu dengan peran masing-masing demi suksesnya Mujahadah Kubro Satu Abad NU,” ujar Imam Muslich.

Imam juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Kota Malang, FKAUB Malang Raya, INTI, serta insan media yang turut berperan dalam merawat nilai-nilai toleransi.

“Semoga semangat toleransi ini terus tumbuh dan terjaga. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama merawat persaudaraan di Kota Malang,” pungkasnya. (Yuni)

Verified by MonsterInsights