HPN 2026, Bupati Blora Terima Trofi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

BANTEN, dutaperistiwa.com – Bupati Blora, H. Arief Rohman, menerima Trofi Anugerah Kebudayaan (AK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2026 pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Banten, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

Penghargaan tersebut diterima bersama sembilan kepala daerah lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”.

Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas kepala daerah memilih subtema “Penguatan Keragaman Ekspresi Budaya dan Interaksi Budaya Inklusif”, dengan mengangkat potensi budaya daerah masing-masing yang merujuk pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengangkat aktualisasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan Kabupaten Blora yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Trofi Anugerah Kebudayaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

Penyerahan trofi turut didampingi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

BACA JUGA  Bupati Arief Rohman Turut Jadi Saksi dalam Akad Nikah Risma dan Aziz

“Ini momentum yang luar biasa. Terima kasih kepada tim penyusun materi yang telah bekerja keras, sehingga pada puncak HPN 2026 Kabupaten Blora bisa menerima Trofi AK PWI Pusat 2026,” ungkap Arief Rohman usai menerima penghargaan.

Arief menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata untuk kepala daerah, melainkan untuk seluruh masyarakat Blora yang selama ini turut mendukung pemerintah daerah dalam memelihara dan memajukan kebudayaan.

“Keberhasilan ini milik masyarakat Blora. Terima kasih juga kepada PWI Jawa Tengah, PWI Blora, dan PWI Pusat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada sepuluh bupati dan wali kota yang menerima Trofi AK PWI Pusat 2026 atas kontribusinya dalam pemajuan kebudayaan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, berbasis media dan pers.

Ucapan selamat juga disampaikan kepada para wartawan senior serta wartawan peliput kebudayaan yang turut menerima penghargaan pada puncak peringatan HPN 2026.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Percepatan Penurunan Stunting dari Wapres Gibran

Muhaimin menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan nasional di tengah tantangan disrupsi digital.

“Pemerintah memandang pers sebagai mitra penting dalam menjaga arus informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab. Informasi yang jernih menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kohesi sosial bangsa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap kritik konstruktif dari insan pers. Menurutnya, kritik yang berangkat dari fakta dan etika jurnalistik merupakan bagian penting dari mekanisme evaluasi kebijakan publik.

“Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab justru menjadi pengingat agar kebijakan tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” tandasnya.

Untuk diketahui, sepuluh kepala daerah penerima Trofi Anugrah Kebudayaan PWI Pusat 2026 adalah Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat yang mengangkat Malang sebagai kota kreatif sejajar dengan 59 kota dunia versi UNESCO.

Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setyawan mengangkat kiprah kesenian Kuda Lumping Temanggung menuju panggung internasional.
Wali Kota Mataram, NTB, H. Mohan Roliskana mengangkat Gerbang Sangkareang sebagai landmark dan inspirasi baru kota. Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, H. Andi Harun mengangkat sarung tenun sebagai wastra lokal menuju pusaka nasional. Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit menampilkan program revitalisasi Mbaru Gendang berbasis gotong royong.

BACA JUGA  Pedagang Dukung Penegakan Perda Pasar, Los dan Bedak yang Ditelantarkan Dinilai Rugikan Kota Malang

Bupati Blora, Jawa Tengah, H. Arief Rohman mengangkat aktualisasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan berkelanjutan. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis menampilkan tarian tradisi Cangget Bakha sebagai sarana pertemuan muda-mudi. Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Hj. Maya Hasmita mengangkat Gema Sahabat sebagai penguatan karakter dan budaya sejak dini.

Selanjutnya, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, H. John Kenedy Azis mengangkat revitalisasi tradisi religius Maulik Gadang, serta Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou yang menjadikan Festival Teluk Boreh sebagai penguatan harmoni sosial dan toleransi di Papua.

Redaksi

Verified by MonsterInsights