Anggaran Turun 70%, Desa Karangtengah Fokus Penanganan Stunting dan Skala Prioritas

BLORA, dutaperistiwa.com – Kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat mulai berdampak signifikan terhadap perencanaan program pembangunan di tingkat daerah.

Kondisi ini menjadi bahasan utama dalam Musyawarah Desa (Musdes) Program Kerja Desa Dampingan Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Kamis (12/2/2026).

Kepala Desa Karangtengah, Didik Haryanto, mengungkapkan bahwa tantangan pembangunan di wilayahnya semakin berat.

Saat ini, Desa Karangtengah masih dianggap sebagai Desa Tertinggal, sehingga memerlukan program intervensi yang kuat dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Ribuan Driver Ojol Deklarasi Kamtibmas “Jogo Jatim” di Stadion Gajayana Polresta Malang Kota Berbagi Beras dan Helm Gratis

“Pekerjaan mendasar yang memerlukan penanganan serius saat ini adalah masalah stunting. Berdasarkan catatan kami, masih terdapat 5 anak yang masuk dalam kategori gizi kurang,” ujar Didik di sela-sela kegiatan.

Dampak Efisiensi Anggaran

Kondisi sosial tersebut diperparah dengan merosotnya alokasi anggaran desa. Didik memaparkan bahwa tahun ini desa mengalami penurunan anggaran hingga 70%. Hal ini memaksa pemerintah desa untuk memutar otak dalam menjalankan program-program yang telah disusun sebelumnya.

BACA JUGA  Keluarga Besar Duta Peristiwa dan IWOI DPD Malang Raya Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibu Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat

“Penurunan anggaran yang mencapai 70% ini jelas mencapai pemenuhan program kerja. Kami harus benar-benar memilah mana yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” tambahnya.

Optimalisasi di Tengah Keterbatasan

Menangapi situasi tersebut, perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Makruf Effendi, yang hadir sebagai pendamping desa, memberikan arah strategi.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa maupun kecamatan untuk tetap optimis dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada.

BACA JUGA  Bupati Setyo Wahono Buka Secara Resmi 3 Kejuaraan Olahraga Sekaligus di GOR Utama Bojonegoro

“Di tengah gencarnya efisiensi anggaran pusat, kunci utamanya adalah memaksimalkan prioritas program. Kita harus fokus pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga, meskipun keterbatasan dana,” tegas Makruf.

Musyawarah ini diharapkan dapat melahirkan kesepakatan mengenai skala prioritas pembangunan tahun 2026, sehingga meskipun anggaran terbatas, target pengentasan kemiskinan dan penanganan kesehatan di Desa Karangtengah tetap dapat tercapai secara maksimal.

Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights