TUBAN I DUTA PERISTIWA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo menggelar kegiatan bersih-bersih dan Barokahan di Situs Budaya Tapak Jaran yang berada di Petak 117B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bate, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate, Sabtu (06/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Perhutani terhadap pelestarian situs budaya dan tradisi turun-temurun yang telah menjadi bagian penting sejarah masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, jajaran Perhutani bersama unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, juru kunci situs, serta warga sekitar bergotong royong membersihkan area situs, memangkas rumput liar, dan menata lingkungan agar tetap terjaga kebersihan serta keasriannya.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan juga diisi dengan tradisi Barokahan atau doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah yang diwariskan para leluhur. Tradisi tersebut menjadi salah satu kearifan lokal yang hingga kini masih terjaga dan dilaksanakan oleh masyarakat sekitar.
Situs Budaya Tapak Jaran dikenal sebagai salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi bagi masyarakat Kecamatan Senori. Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol sejarah, namun juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami warisan budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Jatirogo berupaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan situs budaya sebagai aset berharga yang harus dilestarikan. Pelestarian situs budaya dinilai penting agar nilai-nilai sejarah dan budaya leluhur tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih dan Barokahan di Situs Tapak Jaran merupakan wujud komitmen Perhutani dalam mendukung pelestarian budaya yang berada di kawasan hutan negara.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian situs budaya yang ada di wilayah kerja Perhutani. Situs Tapak Jaran memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting sehingga perlu dirawat dan dijaga bersama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur,” ujar Didi Triarsa.
Apresiasi juga disampaikan Camat Senori, Suwanto, yang menilai langkah Perhutani KPH Jatirogo sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di wilayah Kecamatan Senori.
Menurutnya, keberadaan situs budaya seperti Tapak Jaran memiliki nilai penting dalam menjaga identitas dan sejarah masyarakat setempat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian situs, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur. Kami berharap sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk menjaga keberadaan situs-situs budaya yang ada,” ungkap Suwanto.
Sementara itu, Juru Kunci Situs Tapak Jaran, Sumarjan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Perhutani dan seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan situs budaya tersebut.
“Tapak Jaran merupakan peninggalan yang diwariskan oleh para leluhur dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan bersih-bersih dan Barokahan ini, kami berharap situs ini tetap terawat, lestari, serta menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi generasi penerus agar tidak melupakan akar budayanya,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Jatirogo kembali menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menjaga kelestarian hutan, tetapi juga merawat dan melestarikan situs-situs budaya yang berada di kawasan hutan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas di masa mendatang (Marlik)






