TUBAN | DUTA PERISTIWA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo terus memperkuat sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Koramil Kedewan dan Pemerintah Desa Wonocolo sebagai langkah memperkuat pengamanan kawasan hutan dari potensi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
Kegiatan yang berlangsung di Petak 166D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaligede, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate, Selasa (14/7/2026), dihadiri Asper BKPH Bate beserta jajaran, Babinsa Koramil Kedewan, Kepala Desa Wonocolo bersama perangkat desa, serta personel yang terlibat dalam pengamanan kawasan hutan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hutan dan ancaman kebakaran di wilayah perbatasan yang rawan saat musim kemarau.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, didampingi KRPH Kaligede Priyanto, menegaskan bahwa sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan.
“Perhutani KPH Jatirogo senantiasa berkomitmen membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Melalui komunikasi sosial ini diharapkan koordinasi semakin solid sehingga upaya pencegahan Gangguan Keamanan Hutan maupun kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu. Keberhasilan menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Didi.
Sementara itu, Danramil Kedewan Kapten Inf. Hariyanto, melalui Babinsa Serda Purwanto, menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung setiap langkah Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
Menurutnya, komunikasi sosial seperti ini sangat efektif untuk mempererat koordinasi antarlembaga sehingga apabila ditemukan potensi gangguan dapat segera dilakukan penanganan secara bersama.
“Kami siap bersinergi dengan Perhutani dan Pemerintah Desa Wonocolo dalam menjaga kawasan hutan, khususnya di wilayah perbatasan. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan. Oleh karena itu, komunikasi dan patroli bersama akan terus kami tingkatkan,” tegas Kapten Inf. Hariyanto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Wonocolo Sarimanto mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melibatkan pemerintah desa dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga lingkungan, sumber mata air, sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami akan terus mengajak masyarakat Desa Wonocolo untuk ikut menjaga kawasan hutan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran maupun merusak hutan. Sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan modal utama untuk menciptakan kawasan hutan yang aman, lestari, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutur Sarimanto.
Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Jatirogo berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Dengan meningkatnya sinergitas antara Perhutani, Koramil Kedewan, Pemerintah Desa Wonocolo, serta partisipasi aktif masyarakat, potensi Gangguan Keamanan Hutan maupun kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat diminimalkan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan agar tetap mampu menjalankan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Reporter : Sumarlik
Editor : Gunaidik
Views: 12






