Penutupan Sementara Jembatan Sonokembang Segera Berlaku, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Widjaja Saleh Putra, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang

KOTA MALANG | DUTA PERISTIWA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi penutupan sementara Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Penutupan total tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan akhir pembangunan Jembatan Sonokembang, yakni proses pembongkaran Jembatan Bailey yang selama ini difungsikan sebagai akses sementara bagi masyarakat selama proyek berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa penutupan akses tersebut merupakan konsekuensi teknis yang tidak dapat dihindari demi menyelesaikan pembangunan jembatan permanen.

“Ini merupakan konsekuensi dari penyelesaian pembangunan Jembatan Sonokembang. Jembatan Bailey harus dibongkar sehingga akses di lokasi ditutup sementara sampai seluruh pekerjaan selesai,” ujar Widjaja saat diwawancarai.

Selama proses pembongkaran berlangsung, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperkenankan melintasi lokasi proyek. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjamin keselamatan pekerja konstruksi sekaligus pengguna jalan.

Untuk meminimalkan dampak penutupan, Dishub Kota Malang bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta Polresta Malang Kota telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Widjaja Saleh Putra, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang

Sebagai langkah awal, papan informasi dan banner penunjuk arah akan dipasang di beberapa titik strategis, baik dari arah utara maupun selatan, guna memandu masyarakat menuju jalur alternatif yang telah disiapkan.

Selain itu, personel Dishub juga akan disiagakan di sejumlah simpang strategis untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar selama masa penutupan berlangsung.

Widjaja secara khusus mengimbau pengendara roda empat agar tidak memaksakan melintas melalui jalan-jalan lingkungan di sekitar kawasan Pandanwangi. Menurutnya, ruas jalan permukiman memiliki kapasitas terbatas sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan apabila dijadikan jalur utama.

“Kami mengharapkan masyarakat memilih jalur alternatif yang sudah disiapkan. Jangan memaksakan masuk ke jalan-jalan lingkungan karena justru berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan permukiman,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan rekayasa lalu lintas akan dievaluasi setiap hari selama penutupan berlangsung. Jika ditemukan titik-titik yang mengalami kepadatan kendaraan, petugas akan melakukan pengaturan secara situasional agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Di akhir keterangannya, Widjaja meminta masyarakat untuk memahami bahwa penutupan sementara tersebut merupakan bagian dari proses penyelesaian pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

“Setelah Jembatan Bailey dibongkar, Jembatan Sonokembang yang baru akan beroperasi dengan struktur yang lebih kokoh, kapasitas yang lebih besar, serta fasilitas yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan mendukung proses penyelesaian proyek ini demi kelancaran mobilitas di Kota Malang,” pungkasnya.

Reporter : Yuni Ektanta

Editor ; Gunaidik

Views: 0

BACA JUGA  DPRD Kota Malang Soroti Kekosongan Jabatan Strategis, PKB Desak Wali Kota Segera Isi Posisi Definitif
Verified by MonsterInsights