Pemred Duta Peristiwa Sampaikan Ucapan Maulid Nabi 1448 H: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

REDAKSIONAL I DUTA PERISTIWA – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah, Pemimpin Redaksi Duta Peristiwa, Gunaidik, menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum Maulid sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi merupakan momen penting untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathonah yang relevan diterapkan dalam kehidupan modern saat ini.

“Maulid Nabi adalah pengingat bagi kita semua agar terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun dalam bermasyarakat,” ujar Gunaidik.

Mbah Gun (panggilan akrab Gunaidik) menambahkan, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai keteladanan Rasulullah menjadi pedoman utama dalam membangun karakter manusia yang berintegritas, berempati, dan berkeadilan.

Secara historis, Maulid Nabi diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang membawa risalah Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Hikmah Maulid Nabi

Gunaidik menegaskan bahwa terdapat banyak hikmah yang dapat diambil dari peringatan Maulid Nabi, di antaranya:

  • Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
  • Memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan
  • Mengimplementasikan akhlak Nabi dalam kehidupan nyata

Mayoritas ulama juga memandang peringatan Maulid sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukur kepada Nabi Muhammad SAW, bahkan dinilai sebagai amalan yang membawa kebaikan jika diisi dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, shalawat, dan kajian keteladanan Nabi.

Hadits Tentang Memuliakan Maulid Nabi

Dalam kesempatan tersebut, Gunaidik juga mengutip sebuah hadits yang sering disampaikan dalam momentum Maulid:

Man ‘addhoma maulidi kuntu syafii’an lahu yaumal qiyamah.

Artinya:
“Barang siapa yang memuliakan (mengagungkan) hari kelahiranku, maka aku akan memberikan syafa’at kepadanya pada hari kiamat.”

Hadits ini mengandung makna bahwa kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW menjadi salah satu jalan untuk meraih syafa’at beliau di akhirat kelak, meskipun dalam kajian keilmuan, terdapat perbedaan pandangan ulama terkait derajat hadits tersebut.

Implementasi di Era Modern

Lebih lanjut, Gunaidik mengajak seluruh insan pers, khususnya keluarga besar Duta Peristiwa, untuk menjadikan nilai-nilai Maulid sebagai landasan dalam menjalankan profesi jurnalistik.

“Sebagai jurnalis, kita harus meneladani kejujuran Rasulullah dalam menyampaikan informasi, menjaga amanah, serta memberikan berita yang berimbang dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, seluruh umat Islam dapat memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan nyata.

“Semoga kita semua mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW di hari kiamat, serta mampu mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Redaksi

Views: 0

BACA JUGA  Wabup Bojonegoro Terus Dorong Kembangkan Motif Batik Lokal Sebagai Identitas Daerah
Verified by MonsterInsights