MALANG | DUTA PERISTIWA – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan persiapan pelaksanaan program angkutan pelajar gratis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemasangan perangkat global positioning system (GPS) pada puluhan angkutan kota (angkot).
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 73 unit angkot telah terpasang GPS sebagai bagian dari kesiapan teknis program tersebut.
“Sampai sekarang yang sudah dipasang GPS 73 angkot,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Tak hanya itu, Dishub juga melakukan penempelan stiker khusus pada angkot yang tergabung dalam program angkutan pelajar gratis. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemantauan dan pengawasan di lapangan.
Widjaja menjelaskan, jumlah armada tersebut masih berpotensi bertambah. Pasalnya, kebutuhan ideal untuk mendukung program ini diperkirakan mencapai sekitar 80 unit angkot yang memenuhi kelayakan operasional.
Dalam proses seleksi kendaraan, Dishub melakukan verifikasi ketat terhadap sejumlah persyaratan utama, seperti kelengkapan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi.
“Kami periksa, ada yang kurang STNK dan SIM tidak ada,” terangnya.
Selain aspek teknis kendaraan, Dishub juga memastikan kesiapan dari sisi operasional. Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan koperasi yang bertugas membayarkan ongkos kepada para sopir angkot.
Skema yang digunakan mengadopsi sistem buy the service (BTS) seperti yang diterapkan pada layanan Bus TransJatim. Dalam mekanisme ini, pembayaran kepada operator didasarkan pada total jarak tempuh kendaraan setiap harinya.
“Pembelian layanannya sesuai dengan biaya operasional kendaraan atau BOK. Kami mengacu ke TransJatim dan peraturan Menteri Perhubungan, kemudian disesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelas Widjaja.
Dishub Kota Malang berharap seluruh persiapan ini dapat mempercepat realisasi program angkutan pelajar gratis, sehingga para pelajar bisa lebih mudah dan aman dalam beraktivitas, khususnya perjalanan dari rumah ke sekolah maupun sebaliknya.
“Secepatnya, insya Allah bulan ini. Rute masih menggunakan yang sudah ada sebelumnya, ditambah wilayah yang belum terjangkau bus sekolah, seperti SMP 26 dan SMP 28,” pungkasnya.
Reporter : Yuni Ektanta
Editor : Redaksi
Views: 0






