TUBAN I DUTA PERISTIWA – Kemitraan antara petani tembakau dengan industri besar kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kali ini, Gudang Cahyo Tobacco milik Busono di Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, berhasil menyetor 1,55 ton tembakau kering rajangan ke PT Alliance One Indonesia (AOI) secara berkala.
Pengiriman tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ekosistem pertanian tembakau, khususnya di wilayah Tuban bagian selatan.
Pada musim panen kali ini, Gudang Cahyo Tobacco mengirimkan sebanyak 31 balle tembakau kering jenis srumpung. Distribusi dilakukan secara rutin tiga kali dalam sepekan. Dengan berat rata-rata 50 kilogram per balle, total pengiriman mencapai 1,55 ton, mendekati target estimasi berkala sebesar 1,6 ton.
Sebagai perusahaan global di bidang perdagangan dan pengolahan daun tembakau, PT Alliance One Indonesia menjadi salah satu penyerap utama hasil panen petani, khususnya dari Kecamatan Senori dan sekitarnya.
Dari sisi harga, PT AOI membeli tembakau kering di tingkat gudang dengan kisaran Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sementara untuk daun basah dari petani dihargai Rp2.500 hingga Rp5.000 per kilogram, tergantung kualitas yang kemudian dikelola oleh Gudang Cahyo Tobacco.
Pemilik Gudang Cahyo Tobacco, Busono, mengapresiasi konsistensi PT AOI dalam menjaga kemitraan. Ia menyebut kerja sama ini telah berjalan sejak tahun 2023 dan terus berkembang hingga saat ini.
“Kami mulai kerja sama sejak 2023 dan sekarang sudah memasuki tahun keempat. Terima kasih kepada PT Alliance One Indonesia yang terus mendampingi dan menyerap hasil bumi kami,” ujar Busono kepada awak Duta Peristiwa, Sabtu (5/9/2026).
Busono menambahkan, kuota penyerapan PT AOI tergolong besar. Dalam satu musim panen, volume serapan dapat mencapai 50 hingga 100 ton tembakau kering, yang ditopang oleh tiga gudang penyangga miliknya di Kecamatan Senori.
Tak hanya itu, aktivitas pergudangan juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi desa. Gudang Cahyo Tobacco saat ini mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja lokal, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari perajangan, penjemuran hingga proses pengepakan.
Meski kemitraan berjalan baik, Busono menilai dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tuban masih perlu ditingkatkan. Ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar keberlangsungan ekonomi petani semakin terjamin.
“Harapan kami, PT AOI tetap konsisten menyerap tembakau saat panen raya di Senori. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat bisa terus berputar secara positif,” pungkasnya.
Selain itu, Busono yang juga aktif sebagai pengurus PAC PDI Perjuangan di wilayah Kecamatan Senori berharap partainya dapat turut mengambil peran melalui kebijakan maupun advokasi. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat serta mengawal kepentingan masyarakat, sehingga tercipta hubungan mutualisme yang berkelanjutan antara petani tembakau, pengelola gudang, dan perusahaan penyerap. (Kang Marlik)
(Redaksi Duta Peristiwa membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan pemberitaan.)
Views: 0






