Pemkot Malang Bersama TPID Intensifkan Sidak Pasar, Beras Premium Mulai Langka

MALANG I DUTA PERISTIWA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai mengintensifkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan inflasi yang mulai dirasakan, khususnya pada komoditas beras.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan usai rapat koordinasi terbatas di Balai Kota Malang, Selasa (8/9/2026). Pemerintah ingin memastikan tiga aspek utama, yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, serta kecukupan stok dari tingkat distributor hingga pedagang.

“Tadi kita awali dengan rapat koordinasi terbatas di Balai Kota untuk melihat situasi dan kondisi saat ini terkait inflasi. Hari ini kita cek langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan harga, dan stok,” ujar Wahyu di sela-sela sidak.

Dari hasil pemantauan di beberapa titik, persoalan paling mencolok ditemukan pada komoditas beras premium. Saat melakukan pengecekan di distributor, stok beras premium diketahui dalam kondisi kosong selama sekitar satu hingga dua minggu terakhir.

“Distributor ini memang tidak ada beras premium, sementara kosong. Sudah satu hingga dua minggu tidak tersedia,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Blimbing. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia, namun beras premium sulit diperoleh. Sejumlah pedagang bahkan terpaksa mencari pasokan dari luar kota untuk memenuhi permintaan konsumen.

Akibatnya, harga beras premium yang didapat pedagang sudah relatif tinggi, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Sementara itu, di Pasar Klojen, kondisi tidak jauh berbeda. Beras SPHP masih tersedia, sedangkan beras premium ada namun dengan stok terbatas dan harga yang mulai merangkak naik.

Wahyu mengakui, persoalan beras saat ini menjadi keluhan berantai, mulai dari distributor, pedagang hingga masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan harga.

“Kalau barang ada tapi harganya tidak terjangkau, itu tetap menjadi persoalan yang harus kita selesaikan,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Malang akan membawa hasil pemantauan ini ke dalam rapat TPID. Salah satu opsi yang disiapkan adalah melaporkan kondisi kelangkaan beras premium kepada pemerintah pusat agar dapat segera ditindaklanjuti melalui kebijakan pasokan.

Selain itu, faktor musim juga menjadi perhatian. Saat ini seharusnya mulai memasuki masa panen, namun kemarau panjang turut memengaruhi ketersediaan produksi.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Malang berencana menggelar pasar murah dengan komoditas beras SPHP guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Namun demikian, untuk beras premium diperlukan strategi berbeda, mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap jenis beras tertentu yang juga berkaitan dengan selera konsumsi.

Reporter : Yuni Ektanta

Editor : Redaksi

Views: 0

BACA JUGA  629 Usulan Jabatan Masuk BKN, Pemkot Malang Tinggal Tunggu Pertek untuk Mutasi dan Pengisian Posisi Kosong
Verified by MonsterInsights