Disporapar Kota Malang Perkuat Kolaborasi, Bidik 3,2 Juta Wisatawan di 2026

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan (memakai rompi)

MALANG I DUTA PERISTIWA – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang terus mengakselerasi promosi sektor pariwisata dengan menggandeng berbagai mitra strategis. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Kota Malang sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan (memakai rompi)

“Kolaborasi yang baik terus dibangun bersama insan pariwisata. Pemerintah punya program, akademisi punya kajian, komunitas punya gagasan, pengusaha melaksanakan, dan media memberitakan. Saya yakin pariwisata Kota Malang akan lebih baik lagi,” ujarnya usai kegiatan Temu Mitra Pariwisata 2026, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, penguatan sinergi tersebut akan diiringi dengan berbagai terobosan, termasuk kemudahan perizinan bagi pelaku usaha wisata. Disporapar juga mengoptimalkan program unggulan “1000 event” sebagai magnet kunjungan wisata.

“Kota Malang sudah menjadi primadona wisata. Ke depan, kolaborasi ini harus melahirkan inovasi agar sektor pariwisata terus tumbuh,” tegasnya.

Hingga Juli 2026, capaian kunjungan wisatawan telah menembus 2,6 juta orang. Disporapar pun menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 3,2 juta wisatawan hingga akhir tahun. Berbagai strategi promosi akan terus digencarkan untuk mengejar target tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, Disporapar memberikan penghargaan kepada mitra pariwisata yang aktif melaporkan tingkat okupansi secara rutin. Selain itu, menghadapi periode low season pada Januari–Maret, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui peningkatan event dan promosi intensif.

“Di awal tahun biasanya low season, maka event diperbanyak. Hotel diharapkan memberikan diskon, begitu juga pusat perbelanjaan, agar minat kunjungan tetap terjaga,” jelas Arif.

Dukungan juga datang dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia melalui Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki. Ia menyatakan pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan pendekatan hexahelix.

“Kami mendukung penuh. Saat ini kami terus meningkatkan kualitas layanan, SDM yang kompeten dan tersertifikasi, serta memperkuat legalitas usaha. Namun, proses perizinan juga diharapkan tidak berbelit,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha pariwisata diharapkan memiliki visi yang selaras dengan pemerintah.

“Pariwisata yang maju akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Program 1000 event diharapkan berdampak luas, tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga perputaran ekonomi,” ungkapnya.

Kota Malang sendiri memiliki potensi besar dengan kekayaan wisata heritage. Tercatat sedikitnya 52 objek wisata serta 23 kampung tematik yang menawarkan daya tarik unik dan atraktif.

Wali Kota juga mendorong pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam mengemas paket wisata terpadu di kawasan Malang Raya—meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang—hingga memperluas jangkauan ke daerah lain di Jawa Timur.

“Paket wisata yang dikemas menarik akan meningkatkan kunjungan. Wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi sesuai minat mereka,” pungkasnya.

Reporter: Yuni Ektanta

Editor: Redaksi

Views: 0

BACA JUGA  JDIH Digenjot, Reformasi Hukum Diperkuat: Wali Kota Malang Tekankan Tata Kelola Pemerintahan Transparan dan Akuntabel
Verified by MonsterInsights