SURABAYA I DUTA PERISTIWA – Shaquille Izaz Savero resmi terpilih sebagai Presiden Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Saudagar Mahasiswa Indonesia (HISMI) periode 2026–2028 dalam Musyawarah Nasional (Munas) III HISMI yang digelar di Meeting Room Minaloka, UPT PMP2KP Surabaya.
Terpilihnya Shaquille menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus peneguhan komitmen HISMI dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa Indonesia yang berdaya saing, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran HISMI sebagai wadah pengembangan saudagar mahasiswa, tidak hanya melalui perluasan jejaring bisnis, tetapi juga peningkatan kapasitas kewirausahaan, pengembangan kemitraan, serta penciptaan peluang usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Shaquille Izaz Savero Pimpin HISMI, Didampingi Pengusaha Muda Lintas Sektor
Shaquille Izaz Savero merupakan mahasiswa Binus University Malang sekaligus pendiri Sorabriks dan pelaku usaha di bidang property agency. Dalam menjalankan kepemimpinan BPP HISMI periode 2026–2028, ia akan didampingi A. Jawahirul Ardli A. sebagai Wakil Presiden BPP HISMI.
A. Jawahirul Ardli A. merupakan mahasiswa STAINIM Sidoarjo sekaligus pendiri AJAA Group yang bergerak di bidang food and beverage serta layanan jasa.
Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal BPP HISMI dipercayakan kepada Nazheev Ilmi Haqqi, mahasiswa Universitas Airlangga sekaligus Co-Founder Legalkuy.id, sebuah usaha yang bergerak di bidang layanan legal dan korporasi.
Komposisi kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif kewirausahaan yang beragam, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta mendorong pengelolaan organisasi yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan dunia usaha.
Agung Andika Tekankan Pentingnya Inovasi dan Keberlanjutan
Presiden BPP HISMI periode 2024–2026, Agung Andika Nugroho Wicaksono, berharap kepemimpinan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan inovasi dan terobosan untuk membawa organisasi berkembang lebih baik.
Menurut Agung, pergantian kepemimpinan bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan momentum untuk melanjutkan fondasi yang telah dibangun, mengevaluasi kekurangan, dan menghadirkan gagasan baru sesuai kebutuhan organisasi maupun anggotanya.
“Harapan saya, siapa pun yang terpilih menjadi Presiden HISMI harus mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, menjaga kepercayaan yang telah diberikan, serta menghadirkan gebrakan dan inovasi baru bagi organisasi. Setiap kepengurusan memiliki tantangan dan zamannya masing-masing,” ujar Agung.
Ia menegaskan, kepengurusan baru perlu mempertahankan berbagai capaian positif sekaligus melakukan evaluasi agar HISMI mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Agung juga menilai keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota serta keberlanjutan gerakan yang dibangun.
“Bagi saya, estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan keberlanjutan perjuangan. Presiden yang baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, membuka lebih banyak peluang usaha bagi saudagar mahasiswa, serta memastikan HISMI terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap kepengurusan BPP HISMI periode 2026–2028 dapat melangkah lebih jauh dengan mengedepankan kolaborasi, integritas, dan keberanian melakukan perubahan.
Bangun Ekosistem Saudagar Mahasiswa yang Berdaya Saing
Dalam kepemimpinannya, Shaquille Izaz Savero membawa visi mewujudkan HISMI sebagai ekosistem saudagar mahasiswa Indonesia yang berdaya saing, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan wirausaha muda yang mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Visi tersebut menempatkan HISMI bukan hanya sebagai organisasi tempat berhimpun, melainkan juga sebagai ruang bertumbuh bagi mahasiswa pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jaringan, membangun kemitraan, dan memperkuat daya saing.
Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin dinamis, saudagar mahasiswa dituntut memiliki lebih dari sekadar semangat berwirausaha. Kemampuan manajerial, adaptasi terhadap perubahan, akses pasar, inovasi, dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, HISMI diharapkan mampu menjadi penghubung antara mahasiswa pelaku usaha, pengusaha, dunia industri, komunitas bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Penguatan ekosistem tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah anggota maupun pelaksanaan kegiatan organisasi. Lebih dari itu, HISMI diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha anggota, membuka peluang kemitraan, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas kontribusi kewirausahaan mahasiswa terhadap perekonomian masyarakat.
Munas III Jadi Momentum Pembaruan Organisasi
Munas III HISMI menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan komitmen bersama dalam membawa organisasi menuju arah yang lebih progresif, profesional, dan berkelanjutan.
Kepemimpinan periode 2026–2028 diharapkan mampu menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan pembaruan yang relevan dengan tantangan kewirausahaan generasi muda.
Semangat yang diusung dalam kepengurusan baru tersebut terangkum dalam prinsip: “Dari Jejaring Menjadi Peluang, dari Peluang Menjadi Pertumbuhan, dan dari Pertumbuhan Menjadi Dampak Nyata bagi Indonesia.”
Prinsip itu menjadi arah perjuangan HISMI untuk membangun generasi saudagar mahasiswa yang mandiri, kolaboratif, dan berdaya saing, sekaligus memastikan setiap langkah organisasi memberikan nilai tambah bagi anggota, masyarakat, dan bangsa.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru melalui Munas III, HISMI diharapkan semakin kokoh sebagai wadah pengembangan saudagar mahasiswa Indonesia serta berkontribusi dalam melahirkan wirausaha muda yang mampu menciptakan peluang, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia.
Reporter: Yuni Ektanta
Editor: Redaksi
Views: 0






