MALANG | DUTA PERISTIWA — Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengoperasikan layanan angkutan pelajar gratis yang menjangkau berbagai wilayah strategis di Kota Malang. Program ini menjadi solusi transportasi aman dan terjangkau bagi siswa, dengan total 15 koridor rute yang menghubungkan kawasan permukiman hingga pusat pendidikan.
Sebanyak 66 armada disiapkan pada tahap awal operasional. Setiap kendaraan telah dilengkapi sistem GPS untuk memastikan pergerakan armada dapat dipantau secara real time. Para pengemudi pun diwajibkan mengikuti jalur yang telah ditentukan demi menjaga ketertiban dan keamanan layanan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, R. Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa operasional angkot pelajar gratis ini disesuaikan dengan jam berangkat dan pulang sekolah. Ke depan, jumlah armada direncanakan akan ditambah hingga mencapai 96 unit.
“Layanan ini kami fokuskan untuk mendukung mobilitas pelajar agar lebih mudah, aman, dan tepat waktu menuju sekolah,” ujarnya.

Menjangkau Berbagai Kawasan Kota
Rute angkot pelajar gratis ini mencakup wilayah-wilayah padat penduduk dan kawasan pendidikan, mulai dari Tlogowaru, Madyopuro, Kedungkandang, Tlogomas, Merjosari, hingga Gadang dan pusat Kota Malang.
Setiap koridor memiliki jalur spesifik yang menghubungkan titik-titik penting seperti sekolah, permukiman, dan jalan utama. Siswa dapat memilih titik naik dan turun sesuai lokasi terdekat dari rumah maupun sekolah.
15 Koridor Angkot Pelajar Gratis
Berikut daftar lengkap rute yang telah ditetapkan Dishub Kota Malang:
K1 Disdikbud – SMPN 25
Melintasi Veteran, Sumbersari, Merjosari, Joyogrand hingga Villa Bukit Tidar.
K2 SDN Madyopuro 1 – SMPN 23
Melewati Madyopuro, Lesanpuro, KH Malik Dalam, GOR Ken Arok hingga Tlogowaru.
K3 SMPN 15 – SMPN 30/SMKN 1
Rute Bandulan, Mulyorejo, Budi Utomo hingga Jurang Wugu, dilanjut jalur pulang melalui S. Supriyadi.
K4 & K5 SDN Purwantoro 2 – SMPN 11
Melintasi kawasan Soekarno-Hatta, Kalpataru, Borobudur, dengan perbedaan titik pemberhentian.
K6 SMPN 25 – Merjosari
Rute memutar pusat kota melalui Ijen, Jakarta, dan Sigura-gura.
K7 & K8 SMPN 22 – SMPN 24
Koridor timur kota melalui Madyopuro, Pandanwangi hingga LA Sucipto (berangkat dan pulang berlawanan arah).
K9 SMPN 15 – SMPN 30/SMKN 1
Alternatif jalur K3 dengan lintasan serupa.
K10 SDN Tlogomas 2 – SMAN 1
Melintasi MT Haryono, Soekarno-Hatta, Ijen hingga kawasan Tugu.
K11 Tlogowaru – SMAN 1
Rute Gadang, Kasin, Dieng hingga pusat kota.
K12 Tlogowaru – SMAN 4
Melewati Kedungkandang, Ki Ageng Gribig hingga Jalan Tugu.
K13 Madyopuro – Museum Pendidikan
Menghubungkan wilayah timur ke pusat edukasi.
K14 & K15 Museum Pendidikan – SMAN 4
Menjangkau kawasan Gadang, Kotalama, hingga Pasar Besar dan Jalan Tugu.
Dukung Akses Pendidikan yang Lebih Merata
Dengan hadirnya layanan ini, pelajar di Kota Malang kini memiliki alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan gratis. Selain meringankan beban orang tua, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan disiplin waktu siswa.
Dishub Kota Malang mengimbau para pelajar untuk memperhatikan nomor koridor dan titik pemberhentian agar tidak salah rute. Sementara pengemudi diminta tetap disiplin mengikuti jalur yang telah ditentukan.
Program angkot pelajar gratis ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan transportasi. Diharapkan ke depan, layanan ini semakin optimal dan menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh wilayah Kota Malang.
Reporter : Yuni Ektanta
Editor : Redaksi
Views: 0






