Lift Barang Terjun Bebas di Majesty Printing Malang, 7 Karyawan Terluka — Janin 8 Bulan Meninggal Dunia

KOTA MALANG I DUTA PERISTIWA — Kecelakaan kerja serius terjadi di Majesty Printing, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (30/9/2026) siang. Sebuah lift barang yang digunakan karyawan tiba-tiba terjun bebas dari lantai dua hingga lantai dasar, mengakibatkan tujuh pekerja mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut bahkan berujung duka mendalam. Salah satu korban perempuan yang tengah hamil dilaporkan kehilangan janin yang dikandungnya, yang telah memasuki usia sekitar delapan bulan.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, saat dikonfirmasi Jumat (2/10/2026), membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 13.21 WIB, saat aktivitas produksi berlangsung normal.

“Awalnya karyawan Majesty Printing melakukan aktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 13.15 WIB, sejumlah karyawan di lantai tiga selesai bekerja dan hendak turun ke lantai satu menggunakan lift barang,” ungkap Anang.

Namun nahas, lift yang mengangkut tujuh karyawan beserta material produksi berupa kertas dengan berat kurang lebih satu ton itu mengalami kerusakan saat berada di lantai dua.

“Diduga kabel atau tali sling lift terputus sehingga kehilangan penopang dan jatuh ke lantai dasar,” jelasnya.

Benturan keras tak terhindarkan. Ketujuh karyawan yang berada di dalam lift mengalami berbagai luka, mulai dari lecet, memar hingga luka robek di bagian kepala.

Seluruh korban langsung dilarikan ke RSSA Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi paling tragis dialami SRF (29), salah satu korban yang diketahui sedang hamil.

“Korban dalam kondisi hamil sekitar tujuh bulan dan menginjak delapan bulan. Setelah kejadian, korban mengalami pecah ketuban dan janin dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia,” terang Anang.

Sementara itu, enam korban lainnya yakni Fajar Zaelani (29), Sabil Pangestu (19), Muhammad Rayhan Rizky Syahputra (19), Zakaria Thomas Ferdinan (18), Ahmad Rio Urib (17), dan Julius David Pratama (24), dilaporkan mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kelebihan beban serta kondisi tali sling lift yang diperkirakan telah berusia sekitar lima tahun.

“Lift mengalami kerusakan parah. Ada dugaan beban terlalu berat sehingga tali sling tidak kuat menahan. Namun ini masih kami dalami,” tegasnya.

Petugas Reskrim Polsek Lowokwaru telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti. Polisi juga akan memanggil pihak manajemen atau owner Majesty Printing untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah lakukan olah TKP, interogasi saksi, serta mengecek kondisi korban. Owner juga akan kami undang untuk pemeriksaan bersama karyawan yang mengetahui kejadian tersebut,” imbuhnya.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan faktor teknis maupun non-teknis yang menjadi penyebab jatuhnya lift, termasuk aspek keselamatan kerja di lokasi tersebut.

Redaksi Duta Peristiwa masih membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait guna memberikan klarifikasi dan keterangan lebih lanjut.

Reporter: Yuni Ektanta

Editor: Redaksi

Views: 115

BACA JUGA  Pasca Peristiwa Ledakan di Eka Hospital BSD, Polri Sebut Kegiatan Operasional Tak Terkendala
Verified by MonsterInsights