Sosialisasi Pembangunan Kampus UNY di Blora, Warga Soroti Dampak Pertanian dan Drainase

BLORA I DUTA PERISTIWA – Rencana pembangunan gedung kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mulai disosialisasikan kepada unsur pemerintah setempat dan masyarakat. Sosialisasi tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Blora Kota, Sabtu (10/10/2026), dengan membahas pelaksanaan pembangunan, keselamatan kerja, dampak lingkungan, hingga harapan masyarakat terhadap keberadaan kampus tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Camat Blora Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kapolsek, Danramil, serta lurah dari Kelurahan Mlangsen, Jetis, dan Kamolan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan lantunan selawat dan pembacaan basmalah bersama sebelum memasuki rangkaian kegiatan utama.

Dalam sambutannya, pihak kontraktor menyampaikan bahwa pembangunan kampus UNY mencakup gedung untuk program pendidikan jenjang S1, S2, dan S3. Pihak pelaksana berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kontraktor juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan unsur keamanan dan berbagai elemen terkait dalam mendukung kelancaran proyek. Upaya pengendalian dampak lingkungan, khususnya polusi debu, disebut telah dilakukan melalui penyiraman area pembangunan agar tidak merugikan masyarakat sekitar.

Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek. Para pekerja akan dibekali perlengkapan keselamatan sesuai kebutuhan pekerjaan guna meminimalkan risiko kecelakaan selama proses pembangunan berlangsung.

BACA JUGA  Peacesantren Edisi Pamungkas Digelar di Rembang

Pihak tim pelaksana juga menyampaikan bahwa tenaga kerja kasar diupayakan dapat melibatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Terkait perlindungan pekerja, tim pelaksana menyebut telah menjalin kerja sama dengan pihak asuransi untuk mempermudah penanganan apabila terjadi kecelakaan kerja. Penataan teknis pembangunan juga diupayakan seoptimal mungkin agar potensi risiko dapat ditekan.

Kades Kamolan Soroti Nasib Petani dan Ancaman Genangan

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan yang berpotensi muncul akibat pembangunan kampus menjadi perhatian peserta sosialisasi. Kepala Desa Kamolan menyampaikan dua hal penting yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak kampus maupun pelaksana pembangunan.

Pertama, terkait lahan bengkok yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk kegiatan pertanian. Dengan adanya pembangunan tersebut, masyarakat yang selama ini menggarap lahan dikhawatirkan kehilangan sumber pekerjaan dan penghasilan.

Ia berharap pihak kampus tidak mengabaikan kondisi warga terdampak serta dapat memikirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kedua, persoalan tata air, khususnya saat musim hujan. Menurutnya, keberadaan bangunan kampus berpotensi memengaruhi aliran air sehingga dapat menyebabkan genangan di lahan pertanian, terutama sawah yang ditanami padi.

“Pada musim kemarau memang tidak ada masalah. Namun, saat musim hujan, tanaman padi berpotensi terendam dan mati. Karena itu, perlu dibuat drainase yang lebih luas agar air bisa cepat surut,” ungkapnya dalam sesi penyampaian aspirasi.

Masukan tersebut menjadi catatan penting agar pembangunan kampus tidak hanya memperhatikan aspek fisik bangunan, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan, sistem drainase, dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat sekitar.

UNY Diharapkan Segera Membuka Penerimaan Mahasiswa

Sementara itu, Prof. Dr. Ngatman, M.Pd., menyampaikan arahan Rektor UNY agar pembangunan perguruan tinggi tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap, setelah fasilitas kampus siap digunakan, proses seleksi penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3 dapat segera dilaksanakan.

Menurutnya, program pendidikan magister, baik melalui jalur Pendidikan Profesi Lapangan (PPL) maupun program reguler, juga menjadi bagian dari rencana pengembangan pendidikan yang diharapkan dapat segera direalisasikan.

Ngatman menegaskan bahwa kehadiran kampus UNY di Blora diharapkan mampu mendorong kemajuan pendidikan di daerah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Harapannya, keberadaan perguruan tinggi ini dapat memajukan pendidikan di Kabupaten Blora. Dengan demikian, pola pikir dan wawasan masyarakat Blora dan sekitarnya akan semakin berkembang,” tegasnya.

Keberadaan kampus tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan daerah.

Sosialisasi Berlangsung Tertib

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan lancar. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara pihak pelaksana pembangunan, pengelola kampus, pemerintah setempat, dan masyarakat untuk menyampaikan informasi sekaligus mengemukakan berbagai masukan.

Meski kegiatan berlangsung kondusif, sejumlah aspirasi, terutama menyangkut nasib warga penggarap lahan bengkok dan potensi genangan air di area persawahan, perlu menjadi perhatian dalam tahapan pembangunan berikutnya.

Penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan sehingga pembangunan kampus UNY di Blora berjalan lancar tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng. Sebanyak lima tumpeng disiapkan untuk dinikmati bersama oleh para peserta sebagai simbol kebersamaan dan harapan agar pembangunan kampus UNY di Blora berjalan lancar serta membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat setempat.

Reporter: Sujono

Editor: Redaksi

Views: 23

Verified by MonsterInsights