Rendra Masdrajad Safaat Ajak Pemuda Malang Berani Berinovasi, Peduli Lingkungan, dan Aktif Membangun Kota

Rendra Masdrajad Safaat, anggota Komisi C DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS

MALANG I DUTA PERISTIWA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan. Pemuda tidak cukup hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga dituntut menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rendra Masdrajad Safaat, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, Selasa (27/10/2026), di rumahnya, di Kota Malang.

Menurut Rendra, nilai persatuan yang diwariskan para pemuda melalui ikrar 28 Oktober 1928 harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tantangan generasi muda saat ini telah berkembang, mulai dari persoalan sosial, pengangguran, penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga penyebaran informasi bohong di ruang digital.

Ia menilai, pemuda Kota Malang memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi apabila mampu mengembangkan kreativitas, menjaga integritas, serta mengambil peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemuda Malang harus mampu membaca tantangan zaman dan menjawabnya dengan karya. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah bagian dari orang-orang yang menggerakkan perubahan itu,” tegasnya.

Literasi Digital Harus Melahirkan Karya Produktif

Rendra yang merupakan lulusan SMK Telkom Malang dan memiliki latar belakang di bidang usaha teknologi serta properti, menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi secara produktif.

Menurutnya, perkembangan dunia digital membuka peluang besar bagi anak muda untuk membangun usaha, memperluas pemasaran produk lokal, serta mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab dan etika. Teknologi, kata dia, seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas, bukan justru mendorong perilaku konsumtif maupun aktivitas yang merugikan masa depan.

Rendra mendorong generasi muda agar lebih aktif membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan platform digital, sehingga produk lokal Kota Malang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Rendra Masdrajad Safaat, anggota Komisi C DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS

Kepedulian terhadap Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Selain penguasaan teknologi, Rendra menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Sebagai anggota Komisi C DPRD Kota Malang yang membidangi pembangunan, ia menilai persoalan sampah, banjir, kemacetan, dan kondisi drainase membutuhkan perhatian serta partisipasi berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, menurutnya, memerlukan dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan.

Pemuda dapat mengambil peran melalui kegiatan sosial, gerakan kebersihan, edukasi lingkungan, hingga penyampaian gagasan konstruktif mengenai pembangunan di wilayah masing-masing.

Rendra berharap semangat persatuan yang menjadi inti Sumpah Pemuda tidak berhenti pada simbol dan slogan, melainkan tumbuh menjadi budaya gotong royong dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Pemuda Jangan Apatis terhadap Politik dan Kepemimpinan

Rendra juga mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses politik dan pengambilan keputusan publik.

Menurutnya, politik tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai urusan perebutan kekuasaan. Politik juga menjadi ruang untuk memperjuangkan aspirasi, mengawal kebijakan, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak pemuda untuk meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan publik, berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di berbagai bidang.

Di sisi lain, kewirausahaan juga dinilai sebagai jalan strategis bagi generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi.

“Anak muda harus berani mengambil peran, baik sebagai pengusaha, penggerak sosial, maupun pemimpin. Kota ini membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga mau bekerja dan bertanggung jawab atas gagasannya,” ujarnya.

DPRD Buka Peluang Kolaborasi Pemberdayaan Pemuda

Menjelang program pemberdayaan pemuda tahun 2027, Rendra mengajak organisasi kepemudaan, Karang Taruna, KNPI, OSIS, BEM, serta komunitas kreatif di Kota Malang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan DPRD.

Ia menyatakan, aspirasi dan ide dari kalangan muda perlu disampaikan melalui mekanisme yang tepat agar dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Rendra menegaskan bahwa sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan program yang tepat sasaran.

Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, penciptaan peluang usaha, kepedulian sosial, dan perbaikan lingkungan.

Bagi Rendra, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk bertindak, kemauan untuk berkolaborasi, dan kesediaan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dengan demikian, generasi muda Kota Malang tidak hanya menjadi pewaris cita-cita persatuan bangsa, tetapi juga pelaku utama dalam membangun kota yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.

Reporter: Yuni Ektanta

Editor: Redaksi Duta Peristiwa

Views: 0

BACA JUGA  Hari Disabilitas Diperingati di Pendopo Malowopati, Bojonegoro Perkuat Aksi Inklusif
Verified by MonsterInsights