BLORA I DUTA PERISTIWA – Pemerintah Desa Tambaksari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk membahas perubahan APBDes Tahun Anggaran 2026, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, serta usulan Daftar Usulan (DU) RKPDes Tahun 2028, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan berlangsung tertib dan partisipatif dengan dihadiri unsur Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Tambaksari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT, serta tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Musrenbangdes tersebut menjadi forum untuk membahas prioritas pembangunan desa sekaligus menampung aspirasi masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tambaksari, Ahmad Heru Gunawan, SE, menyampaikan bahwa anggaran Dana Desa (DD) yang diterima saat ini mengalami pengurangan cukup signifikan. Dana yang tersedia untuk Desa Tambaksari disebut sebesar Rp442.372.000.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, pemerintah desa akan berupaya mencari sumber pendanaan alternatif, baik melalui aspirasi bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Banprov) maupun program bantuan dari pemerintah pusat.
“Dengan anggaran Dana Desa yang sekarang sangat minim, kami akan berusaha semaksimal mungkin mencari tambahan anggaran melalui berbagai jalur aspirasi agar usulan-usulan masyarakat Desa Tambaksari dapat terakomodasi,” ujar Ahmad Heru Gunawan.
Ia menjelaskan, upaya mencari tambahan anggaran tersebut menjadi penting agar pembangunan desa pada 2027 tetap berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Tambaksari.
Sejumlah usulan pembangunan yang menjadi perhatian antara lain pembangunan jalan paving di beberapa dukuh, pembangunan drainase, pengadaan sarana dan prasarana olahraga, pembangunan fasilitas kesenian, pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta pengembangan sport center.
Selain itu, terdapat usulan pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan TK Pertiwi, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), serta penyelesaian perbaikan halaman Gedung Balai Desa Tambaksari.
Menurutnya, berbagai usulan tersebut diharapkan dapat diperjuangkan melalui sumber pendanaan yang memungkinkan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.
Ahmad Heru juga menegaskan bahwa luas wilayah Desa Tambaksari menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pembangunan, terlebih di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa saat ini.
Pada akhir kegiatan, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berdoa dan mendukung upaya pemerintah desa dalam memperjuangkan tambahan anggaran demi merealisasikan aspirasi masyarakat.
“Kami berharap segala upaya yang dilakukan dapat terwujud, sehingga usulan pembangunan masyarakat Desa Tambaksari bisa terpenuhi secara bertahap,” pungkasnya.
Melalui Musrenbangdes ini, Pemerintah Desa Tambaksari berharap perencanaan pembangunan ke depan dapat berjalan sesuai skala prioritas, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan desa.
Reporter: Sujono
Editor: Redaksi Duta Peristiwa
Views: 4






