Margomulyo-Balen Ditetapkan Jadi Desa Inklusi di Bojonegoro, Wujudkan Rasa Aman dan Nyaman Bagi Kelompok Rentan

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com — Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro resmi ditetapkan sebagai Desa Inklusi. Launching “Desa Inklusi” ini digelar pada Kamis (29/10/2026).  di Gedung Koperasi Desa Merah Putih Desa Margomulyo.

Launching ini menjadi puncak dari pendampingan panjang Program Inklusi ‘Aisyiyah sejak tahun 2023 di Kabupaten Bojonegoro. Acara dimulai dibuka dengan senam pinguin oleh anak-anak PAUD Tunas Mulya Desa Margomulyo, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Masirin menyebut penetapan Desa Margomulyo sebagai Desa Inklusi pertama adalah langkah bersejarah. Ia menyampaikan amanat UU No. 8 Tahun 2016 bahwa desa wajib bersikap non-diskriminatif.

BACA JUGA  Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Salurkan 77.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

“Tantangan setelah launching adalah keberlanjutan, bagaimana desa ini benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Puncak acara diisi keynote speech oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro Machmuddin yang menekankan pola baru dalam melihat disabilitas. “Jangan pandang penyandang disabilitas sebagai objek yang dikasihani. Mereka adalah subjek, warga yang punya hak sama,” tegasnya.

Ia juga mendorong warga untuk aktif melapor jika menemukan tetangga yang putus sekolah, korban kekerasan, atau disabilitas yang belum terlayani, serta pentingnya validitas data kelompok rentan.

“Desa Inklusi bukan soal kebanggaan atau kemenangan. Idealnya, memang setiap desa harus inklusi,” tambahnya.

BACA JUGA  Babinsa Koramil Kedungtuban Intensif Pantau Pembangunan KMP Desa Sogo

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Nelly Asnifati, dalam sambutannya menegaskan bahwa program inklusi bukan hanya seremonial. Selama tiga tahun mendampingi Desa Margomulyo, inklusi telah menjalankan Balai Sakinah Aisyiyah, Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA), hingga layanan kesehatan Si Jaka dan Tes IVA.

“Tujuannya satu, agar semua warga tanpa terkecuali mendapat akses yang sama dalam mengakses layanan yang ada,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Margomulyo, Arif Rahman. Menurutnya, dampak program sangat nyata, terutama bagi penyandang disabilitas. Ia menyampaikan bahwa kelompok penjahit disabilitas di Desa Margomulyo kini dipercaya memproduksi seragam PAUD dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Bojonegoro berkat kolaborasi dengan Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro.

BACA JUGA  Warga RW 01 Dukuh Kajangan Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Bagikan 6 Kambing dan 5 Sapi untuk Warga dan Penggali Makam

Suasana haru terasa saat sesi testimoni. Yusuf dan Eni Masfiroh, anggota BSA dan BUEKA disabilitas, mengaku usaha mereka berkembang dan pasarnya semakin luas setelah didampingi program inklusi.

Kegiatan yang ditutup dengan doa oleh Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, H. Suwito. Serta diakhiri dengan penyaluran bantuan sosial dari Dinas Sosial dan PDA Bojonegoro untuk warga dengan penyakit kronis, lansia, yatim piatu, dan penyandang disabilitas.

Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights