Masyarakat Sambong Pertanyakan Keseriusan Pertamina Dalam Menangani Limbah yang Mencemari Sungai

Lokasi SP Ledok

BLORA, dutaperistiwa.com – Sempat beredar di sebuah Media Online beberapa waktu yang lalu, dimana dalam pemberitaan tersebut dikatakan bahwa masyarakat sudah menerima tanggapan dari PT Pertamina atas limbah dari sisa produksi di SP 1 Ledok yang meluncur ke sungai dan berimbas pada pencemaran sungai yang mengaliri beberapa desa di wilayah Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, khususnya sungai di Desa Sambong.

Atas pemberitaan tersebut, beberapa warga di Desa Sambong mempertanyakan siapa warga yang sudah menerima tanggapan dari Pertamina tersebut, karena menurut warga sampai sejauh ini masyarakat mendengar bahwa usai mencuatnya pemberitaan tentang sisa produksi milik Pertamina EP Cepu, dari pihak manajemen Pertamina langsung turun ke lapangan dan melihat lokasi tempat pembuangan sisa produksi tersebut, namun pada kenyataan di lapangan hingga saat ini sisa produksi atau limbah tersebut masih tetap mengalir ke sungai dan bahkan banyak warga Sambong yang mengatakan bahwa asinnya air sungai karena pencemaran ini lebih asin dibanding air laut.

“Kata teman saya yang pegawai Pertamina beberapa waktu yang lalu pihak manajemen Pertamina sudah ada yang melakukan sidak ke tempat pembuangan sisa produksi, namun sampai saat ini menurut saya tidak ada perubahan yang signifikan, dan menurut kami belum ada upaya yang serius dari Pertamina untuk mengatasi limbah ini, ” Ucap Tulus (23), salah seorang warga Sambong saat ditemui di rumahnya, Senin (24/06/2024).

Senada dengan Tulus, Nyono (50) warga Desa Sambong juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada upaya serius dari Pertamina dalam menangani limbah yang mencemari sungai di desanya.

“Sudah puluhan tahun, sesudah era Pak Tarwi dulu, masyarakat di desa saya sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih dari sungai karena sudah tercemar dan sangat asin, untung saja desa Sambong memiliki Sistem Pengelolaan Air Bersih (SPAB) dari aspirasi Pak Sis waktu awal beliau menjadi anggota DPRD Kabupaten Blora, ” Ucapnya.

Sementara itu, Sony selaku pihak Publik Affairs dari PT. Pertamina EP Cepu Field saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui akun WA nya hingga berita ini ditulis tidak berkenan membalas chat dari wartawan dutaperistiwa.com.

Tulus menambahkan, “Jika seperti ini terus, maka jangan salahkan warga jika kami akan melakukan gerakan massa, karena Pertamina seolah tutup mata atas adanya hal seperti ini. Lihat saja kerusakan jalan disini, perbaikan seolah terkesan formalitas hanya berupa tambal sulam, itupun hanya menggelar pedel yang tentunya ketika musim hujan kemarin jalan menjadi licin. Kalau di Desa Sumber Pertamina mau membantu dengan ngecor sebagian jalan disana, terus kenapa disini tidak bisa? ” Imbuh Tulus geram. (Jayus)