Bojonegoro Apresiasi Kreativitas Disabilitas Lewat Pameran Karya di Pendopo Malowopati

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (2/11/2025), menjadi ruang kreativitas luar biasa bagi para penyanang disabilitas. Mereka menggelar pameran dadakan atas karya mereka. Acara yang tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga merayakan pengakuan atas keberadaan dan kontribusi mereka.

Aura kebahagiaan terpancar jelas dari para guru dan peserta pameran. Salah satu yang paling antusias adalah Yayuk Martasari, guru dari SLB Kalirejo, Kecamatan Ngraho. Yayuk menceritakan bagaimana ia dan rekan-rekannya berupaya keras menggali potensi unik dari setiap anak didiknya.

“Kami memperkenalkan karya anak didik kami, yaitu produk fashion seperti batik tulis, outer, dan daster,” ujar Yayuk dengan mata berbinar bangga. Ia menambahkan bahwa karya-karya ini bahkan pernah mengharumkan nama sekolah dengan mengikuti lomba tata busana.

BACA JUGA  Ketua IWO Indonesia DPD Bojonegoro Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2025: “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”

Tidak berhenti di sana, Yayuk juga menyoroti upaya kolaboratif yang mereka jalin dengan dunia usaha lokal. Mengingat Ngraho dikenal sebagai sentra kerajinan tunggak kayu jati, SLB Kalirejo memanfaatkan peluang ini.

“Kami berusaha membantu para anak didik untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki, seperti menghaluskan produk kayu jati yang masih kasar,” jelasnya. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan vokasi yang mempersiapkan mereka untuk mandiri.

BACA JUGA  HUT ke-80 TNI, Kodim 0721/Blora Laksanakan Ziarah Nasional di TMP Wira Bhakti

Namun, di balik karya yang indah, terdapat perjuangan dan tantangan yang memerlukan kesabaran ekstra, khususnya bagi anak-anak dengan hambatan belajar. Yayuk berbagi pengalaman bahwa anak-anak ini memerlukan pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus, tetapi hanya satu pekerjaan spesifik yang dapat mereka kuasai.

Tantangan terbesarnya adalah pada momen kejenuhan. “Ada momen mereka jenuh, maka kami harus berhenti dulu untuk menunggu mood-nya kembali baik lagi,” kata Yayuk.

BACA JUGA  Proyek Pembangunan Ruas Jalan Randublatung - Getas Sepanjang 10 km Senilai 53 Milyar Rampung

Pameran ini menjadi penanda penting bagi seluruh komunitas disabilitas. Bagi Yayuk dan anak didiknya, kehadiran mereka di Pendopo Malowopati adalah sebuah kemenangan emosional. “Dengan adanya pameran karya para disabilitas ini, kami merasa sangat senang,” tegasnya.

Redaksi

Verified by MonsterInsights