BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, warga Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menggelar pertemuan silaturahmi dan konsolidasi internal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu malam (7/2/2026) bertempat di Mushola Al Basyariyah, Desa Kuniran.
Pertemuan yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB atau ba’da Isya’ itu dihadiri sekitar 40-an warga Pagar Nusa NU dari berbagai kalangan. Suasana pertemuan berlangsung khidmat namun penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antar warga.
Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Abidin, SH, salah satu warga Pagar Nusa NU yang juga dikenal sebagai praktisi hukum muda asli Desa Kuniran, menyampaikan pesan penting terkait peran dan komitmen organisasi. Ia menegaskan bahwa organisasi merupakan wadah bagi kader untuk berproses dan mengabdi.

“Organisasi adalah wadah untuk kita berproses dalam menyongsong pengawalan kiai dan ulama. Pagar Nusa harus hadir di terdepan membela kiai dan ulama sampai mati, wabil khusus ulama yang menegakkan amar makruf nahi mungkar ala Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” tegas Zaenal Abidin dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh anggota Pagar Nusa NU untuk terus menjaga soliditas, loyalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ke-NU-an dalam setiap aktivitas, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.
Sebagai informasi, Pagar Nusa NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang membidangi olahraga bela diri, khususnya pencak silat. Organisasi ini didirikan oleh almarhum KH. M. Ma’shum dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dengan tujuan melestarikan seni bela diri pencak silat yang bernafaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan warga Pagar Nusa NU Ranting Kuniran semakin solid, siap menyambut bulan suci Ramadan, serta terus berperan aktif dalam menjaga tradisi, persatuan, dan khidmah kepada ulama serta jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (Goen)






