TUBAN | DUTA PERISTIWA – Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate menggelar edukasi lingkungan kepada para santri TPQ Al Huda di Desa Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Perhutani dalam menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan hutan sejak usia dini. Puluhan santri TPQ Al Huda tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Dalam kegiatan itu, para peserta diperkenalkan dengan berbagai fungsi dan manfaat hutan, baik dari sisi ekologis, ekonomi, maupun sosial. Petugas Perhutani menjelaskan bahwa hutan memiliki peran vital sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan sumber air, mencegah banjir dan tanah longsor, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Selain memiliki fungsi ekologis, hutan juga memberikan manfaat ekonomi melalui hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu yang dapat dimanfaatkan secara lestari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya menerima materi, para santri juga diajak berdialog mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, serta tidak merusak lingkungan. Suasana edukasi berlangsung hangat dan penuh semangat. Hal itu terlihat dari antusiasme para santri yang aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, yang didampingi KRPH Kaligede, Priyanto, mengatakan bahwa momentum Hari Anak Nasional merupakan waktu yang tepat untuk membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh rasa memiliki serta tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan hutan sebagai aset bangsa.
“Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak usia dini, kami berharap akan tumbuh generasi yang mencintai hutan, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. Hutan bukan hanya milik kita saat ini, tetapi juga warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” ujar Didi Triarsa.
Sementara itu, Pengasuh TPQ Al Huda, Kyai Sukarman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani KPH Jatirogo yang menghadirkan edukasi lingkungan kepada para santri.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat karena mampu menambah wawasan anak-anak mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga alam dan hutan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak usia dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan edukasi dalam rangka Hari Anak Nasional tersebut, Perhutani KPH Jatirogo kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Sinergi antara Perhutani, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang berkarakter, berwawasan lingkungan, serta siap menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian hutan demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Reporter : Sumarlik
Editor : Gunaidik
Views: 9






