SURABAYA, dutaperistiwa.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro berhasil masuk nominasi peringkat kedua produk minuman terbaik dalam Seleksi dan Kurasi Menu Lokal Daerah Provinsi Jawa Timur 2026. Capaian tersebut diraih melalui menu Es Tape Ketan Ireng dengan nilai 88,65.
Capaian ini diberikan dalam rangkaian Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Healthy Meal Prep yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/8/2026). DWP Bojonegoro menjadi salah satu dari 25 nominasi terbaik setelah melalui proses kurasi menu khas Jawa Timur yang diikuti 33 kabupaten/kota.
Ketua DWP Provinsi Jawa Timur Isye Adhy Karyono mengapresiasi seluruh kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam seleksi dan kurasi menu lokal daerah. Menurutnya, keikutsertaan tersebut menunjukkan semangat untuk menggali potensi pangan dan kuliner khas daerah sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga.
Isye juga mendorong para ibu-ibu anggota Dharma Wanita untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga. Melalui Healthy Meal Prep, keluarga dapat belajar menyiapkan makanan sehat dengan memperhatikan nilai gizi, waktu, serta biaya.
Menurutnya, keterampilan tersebut tidak hanya dapat diterapkan untuk kebutuhan keluarga. Jika dikembangkan dengan baik, penyajian makanan sehat juga dapat menjadi peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Seluruh resep menu yang telah mengikuti seleksi dan kurasi juga akan disusun menjadi Buku Kumpulan Resep Menu Lokal Daerah Provinsi Jawa Timur. Penyusunan buku tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat dalam mengenal serta mengembangkan menu lokal daerah.
Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro Emy Edi Susanto menjelaskan, Es Tape Ketan Ireng yang diikutsertakan dalam kurasi tidak hanya mengangkat bahan pangan lokal, tetapi juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Es Tape Ketan Ireng disajikan pada momen kebersamaan sebagai simbol rasa syukur dan persaudaraan. Proses fermentasi pada tape dimaknai sebagai gambaran kesabaran dalam menjalani kehidupan, sedangkan kuah santan yang menyatukan seluruh bahan minuman menggambarkan eratnya hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.
Rasa manis pada tape juga menjadi doa agar setiap pertemuan membawa kebahagiaan, rezeki yang melimpah, serta hubungan sosial yang semakin harmonis. Minuman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang sederhana dapat diolah menjadi sajian yang memiliki nilai gizi, budaya, dan identitas daerah.
Dari sisi kandungan gizi, satu porsi Es Tape Ketan Ireng memiliki energi sekitar 267,9 kilokalori, karbohidrat 49,6 gram, protein 3,6 gram, lemak 6,3 gram, serta serat 2,2 gram.
Selaras dengan upaya mendorong penerapan pola makan sehat dalam keluarga, Founder Healthy Catering Surabaya Evan Setiawan memberikan materi mengenai penerapan pola makan sehat melalui konsep Healthy Meal Prep. Ia menekankan pentingnya menyusun makanan dengan mengutamakan protein, bukan sekadar memenuhi rasa kenyang dari karbohidrat.
“Mulai dari protein, bukan nasi. Protein seperti ayam, ikan, telur, dan tahu perlu diisi sesuai kebutuhan. Nasi cukup sekitar satu kepal atau 120–150 gram, kemudian dilengkapi sayuran,” jelasnya.
Evan juga menjelaskan pentingnya memperhatikan teknik pengolahan makanan. Kukusan dan masakan berkuah menjadi pilihan yang dapat mempertahankan nutrisi dengan kalori lebih rendah, sedangkan tumisan dengan penggunaan minyak tipis dapat menjadi pilihan untuk masakan sehari-hari.
“Tingkat paling aman dan maksimal nutrisinya adalah kukusan dan kuahan. Nutrisinya lebih utuh dan kalorinya paling rendah. Untuk masakan harian bisa tumisan dengan minyak tipis,” terangnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk membatasi makanan yang digoreng dan bertepung serta mengurangi konsumsi gula sebagai bagian dari kebijakan pola makan sehat dalam keluarga.
Redaksi
Views: 0






