BOJONEGORO I DUTA PERISTIWA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bojonegoro yang baru, Mohamad Rohmadi, S.H., M.H., menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan baik serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan seluruh unsur masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rohmadi dalam acara penyambutan Kajari Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Selasa (18/08/2026) malam.

Dalam sambutannya, Rohmadi memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa dirinya lahir serta besar di Surabaya. Ia juga mengungkapkan pengalaman penugasannya di sejumlah daerah di Indonesia sebelum dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Bojonegoro.
“Nama saya Mohamad Rohmadi. Saya lahir dan besar di Surabaya. Saya mohon diterima dengan baik dalam penugasan saya kali ini,” ujarnya.
Rohmadi mengaku Bojonegoro menjadi pengalaman baru dalam perjalanan tugasnya. Ia berharap dapat beradaptasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pihak selama menjalankan tugas.
Menurutnya, dukungan dan keterbukaan dari seluruh unsur di daerah sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Kalau memang ada yang salah dengan apa yang saya lakukan, mohon kita saling mengingatkan agar kembali ke jalan yang lurus dan benar,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam proses kedatangannya maupun selama kegiatan penyambutan.
“Sebagai orang baru yang masih beres-beres, jika tadi kedatangan saya agak terlambat, saya menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Rohmadi menegaskan kesiapannya untuk menjalankan amanah sebagai Kajari Bojonegoro dengan dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya menyampaikan harapan agar kehadiran Kajari baru dapat menjadi energi baru dalam memperkuat kolaborasi antara Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Semoga kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan yang sudah berjalan ini akan terus semakin kuat,” kata Setyo Wahono.
Setyo Wahono juga berharap hubungan antara pemerintah daerah dan Kejaksaan tidak hanya bersifat formal, tetapi mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.
“Kami ingin membangun hubungan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga konstruktif dan solutif,” ujarnya.
Acara penyambutan Kajari Bojonegoro berlangsung di Pendopo Malowopati dan dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah stakeholder lainnya.

Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Kahyangan Api dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua MUI Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur, dilanjutkan foto bersama dan ramah tamah.
Reporter : Gunaidik
Editor : Redaksi
Views: 0






