Dukung Sekolah Kawasan Tanpa Rokok, SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras Edukasi Kesehatan Bahaya Merokok

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat. Penguatan kesadaran tersebut salah satunya dilakukan melalui edukasi bahaya merokok di lingkungan sekolah.

Sejalan dengan upaya tersebut, SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras menggandeng Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Bojonegoro memberikan edukasi kesehatan kepada siswa tentang bahaya merokok, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda agar menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini.

Edukasi menghadirkan Ahmad Zuhri dari RSA sebagai narasumber. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai risiko akibat kebiasaan merokok, pentingnya menjaga kesehatan, serta menghindari perilaku yang dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

BACA JUGA  Buka Kelambu Sunan Pojok : Tradisi Sakral yang Sukses Putar Roda Ekonomi Blora

Ahmad Zuhri menyampaikan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter. Karena itu, pengetahuan mengenai bahaya merokok perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman yang cukup dalam menentukan pilihan dan menjaga kesehatan.

“Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan dan kesadaran. Anak-anak perlu mengetahui dampak merokok sehingga memiliki bekal untuk menjaga diri dan berani menolak ajakan merokok,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun kesadaran siswa. Selain memperoleh pengetahuan akademik, siswa juga perlu mendapatkan wawasan praktis yang berkaitan dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras, Edi Susanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penguatan pendidikan karakter sekaligus pembelajaran kontekstual bagi siswa.

BACA JUGA  Tingkatkan Sinergi, Pemkab Bojonegoro Lakukan Pembinaan dan Penguatan Kemitraan dengan Ormas

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di dalam kelas. Edukasi seperti ini memberikan wawasan baru kepada mereka, khususnya tentang bagaimana menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang baik bagi dirinya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Edi juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan RS ‘Aisyiyah Bojonegoro yang telah memberikan edukasi kepada para siswa. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan layanan kesehatan penting untuk memperkuat upaya pencegahan berbagai perilaku berisiko di kalangan remaja.

BACA JUGA  Kunker ke Blora, Gubernur Bengkulu Berkesan dengan Kuliner Khas Blora

Sementara itu, salah satu siswa, Moh. Ma’ruf, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas.

“Saya senang karena mendapatkan ilmu baru, selain yang biasanya saya dapatkan di dalam kelas. Dari kegiatan ini saya menjadi lebih tahu tentang bahaya merokok,” ungkap Ma’ruf.

Melalui sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat, upaya penerapan KTR diharapkan semakin kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat sekaligus menyiapkan generasi muda Bojonegoro yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki kesadaran menjaga kualitas hidup.

Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights