BLORA | DUTA PERISTIWA – Pemerintah Desa Jomblang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka pembahasan Perubahan APBDes Tahun 2026 serta penyusunan RKPDes Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (9/9/2026) dengan suasana tertib dan partisipatif.
Musrenbangdes dihadiri unsur Forkopimcam Jepon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam merumuskan arah pembangunan desa ke depan.
Kepala Desa Jomblang, Agus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei terhadap berbagai titik pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Saat ini, fokus pemerintah desa adalah mengupayakan sumber pendanaan guna merealisasikan program pembangunan tahun 2027.
“Semua titik pembangunan sudah kami survei. Tinggal bagaimana kami mencari anggaran, baik melalui Bantuan Provinsi (Banprov), pemerintah pusat, maupun aspirasi dari daerah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar usulan warga dapat terakomodir,” ujar Agus.
Ia menambahkan, arah pembangunan tahun 2027 difokuskan pada infrastruktur dasar, seperti jalan paving, rabat beton, dan pembangunan talut. Harapannya, seluruh usulan masyarakat dapat tersentuh secara merata.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jepon, Wito, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Jomblang. Ia menilai kepala desa memiliki kemampuan yang baik dalam menjalin komunikasi dan melobi berbagai sumber anggaran.
“Pimpinan Desa Jomblang ini cukup hebat dalam melobi aspirasi pembangunan. Meski ada pemangkasan Dana Desa yang kini sekitar Rp330 juta, pembangunan tetap bisa berjalan sesuai usulan warga,” tegas Wito.
Ia juga menyoroti peran aktif kaum perempuan dalam forum Musrenbangdes yang turut memberikan masukan sebagai bagian dari elemen masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Agus kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perangkat desa hingga tingkat RT. Salah satu bentuknya adalah pemberian kain batik kepada para Ketua RT sebagai identitas resmi.
“Kami berikan kain batik untuk dijahit sebagai seragam Ketua RT. Ini sebagai bentuk identitas, dan nantinya wajib dipakai dalam setiap kegiatan desa,” pungkasnya.
Musrenbangdes ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, transparan, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Desa Jomblang.
Reporter : Sujono
Editor : Redaksi
Views: 0






