MALANG I DUTA PERISTIWA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Malang bersama jajaran pengurus DPD PKS Kota Malang melakukan kunjungan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan sosial di Kota Malang.
Dalam pertemuan itu, rombongan PKS menyampaikan pentingnya dukungan, masukan, serta nasihat dari kalangan ulama dalam merumuskan dan mengawal kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah usulan moratorium pemberian izin baru bagi tempat usaha penjualan minuman beralkohol. PKS menilai, keberadaan tempat usaha yang telah mengantongi izin perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan dampak sosial, ketertiban umum, serta upaya perlindungan terhadap generasi muda.
Selain itu, PKS turut menyoroti sejumlah persoalan sosial, termasuk fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurut PKS, persoalan tersebut perlu disikapi secara bijak, edukatif, dan dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama serta penghormatan terhadap martabat manusia.
PKS berpandangan, berbagai persoalan sosial membutuhkan perhatian bersama melalui penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, pendampingan sosial, serta pembinaan masyarakat.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, mengatakan bahwa kunjungan ke PCNU bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan juga menjadi sarana untuk menjalin komunikasi sekaligus memohon nasihat dari para ulama.
“Secara pribadi, saya memohon dukungan, doa, dan nasihat dari para kiai serta alim ulama NU agar kami yang mendapat amanah di DPRD dapat menjalankan tugas dengan baik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan mengambil kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi warga Kota Malang,” ujarnya.
Bayu berharap komunikasi dan sinergi antara PKS dengan kalangan ulama dapat terus terjalin, khususnya dalam merespons berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian bersama.
Menurutnya, pembangunan Kota Malang tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan nilai moral, ketahanan keluarga, serta terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
“Kami berharap doa dan arahan para ulama menjadi penguat ikhtiar kami dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Melalui silaturahmi tersebut, PKS berharap terbangun komunikasi yang berkelanjutan dengan para ulama dan tokoh masyarakat, sehingga berbagai kebijakan di Kota Malang dapat mempertimbangkan aspirasi warga, nilai-nilai sosial, serta kemaslahatan masyarakat secara luas.
Reporter: Yuni Ektanta
Editor: Redaksi
Views: 0






