MALANG | DUTA PERISTIWA — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kembali menghadirkan gebrakan baru dalam dunia hiburan dan pariwisata. Event bertajuk Padang Mbulan yang digelar di kawasan Alun-Alun Kota Malang, Jalan Merdeka, Minggu (4/10/2026), sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat.
Sejak pagi hari, suasana alun-alun sudah dipadati pengunjung yang antusias menikmati beragam sajian hiburan serta puluhan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini menghadirkan berbagai atraksi seni budaya khas lokal, mulai dari pertunjukan bantengan, penampilan Band Amarta asal Kota Malang, hingga Melody Inklusi Band yang diperankan oleh para penyandang disabilitas binaan Yayasan Anak Bangsa.
Memasuki malam hari, kemeriahan semakin memuncak. Penampilan penyanyi dangdut Yeni Inka berhasil menghipnotis ribuan penonton yang larut dalam irama musik dan ikut bergoyang bersama, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Padang Mbulan ini akan menjadi agenda rutin bulanan Pemkot Malang.

“Kami menggelar acara Padang Mbulan ini selain untuk menghibur warga Kota Malang, juga menargetkan wisatawan agar betah lebih lama berada di Kota Malang. Saat ini, berdasarkan data BPS, rata-rata lama tinggal wisatawan masih sekitar 1,3 hari. Kami ingin mendorongnya meningkat, minimal dengan aktivitas wisata tambahan seperti ini, sehingga UMKM juga ikut terdongkrak,” jelas Arif.
Ia menambahkan, keberadaan event ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan Padang Mbulan. Menurutnya, event ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Malang yang menargetkan penyelenggaraan 1.000 event untuk mendongkrak sektor pariwisata.
“Padang Mbulan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menarik wisatawan untuk menikmati Kota Malang. Selain destinasi unggulan seperti Kayutangan Heritage, kampung budaya, dan kampung tematik, event seperti ini menjadi daya tarik tambahan,” ujar Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu berharap kegiatan serupa tidak hanya terpusat di Alun-Alun Kota Malang, tetapi juga dapat digelar di berbagai wilayah lainnya.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa digelar di berbagai titik di Kota Malang, sehingga masyarakat dapat lebih luas menampilkan potensi dan atraksi yang dimiliki,” pungkasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Padang Mbulan diyakini akan menjadi salah satu ikon event Kota Malang yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Reporter: Yuni Ektanta
Editor: Redaksi
Views: 57






