BLORA, dutaperistiwa.com — Langkah pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora dalam menjalin silaturahmi dengan Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., bak peribahasa “sambil menyelam minum air”.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Bupati pada Selasa (13/10/2026) tersebut menjadi ruang bagi para purna tugas untuk mendapatkan solusi, motivasi, sekaligus menyampaikan aspirasi secara kekeluargaan.
Sekretaris PWRI Blora yang juga mantan Sekwan, Drs. H. Pujianto Said, M.Si., menyebut pertemuan ini sebagai langkah “akrobatik” yang positif. Pertemuan tersebut menjadi wahana efektif untuk mengurai unek-unek layaknya hubungan anak dengan bapak.
Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan moral maupun material yang selama ini diberikan oleh Bupati. Berkat dukungan tersebut, program kerja PWRI bagi masyarakat dapat berjalan sukses.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Salah satunya adalah dukungan dalam penyaluran bantuan 50 tangki air bersih dari PWRI untuk masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini. Beliau juga memberikan semangat dan kebijakan penuh demi suksesnya pelantikan kepengurusan PWRI masa bakti 2026–2031,” ujar Bambang.
Dalam kesempatan itu, pengurus PWRI menyampaikan harapan agar organisasi dapat memperoleh alokasi dana hibah dari APBD Kabupaten Blora pada tahun anggaran 2027.
Selain itu, Bambang juga menyatakan kebanggaannya atas peletakan batu pertama pembangunan Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora, yang dinilai menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Blora.
Momen istimewa terjadi saat Penasihat PWRI Blora, H. Soedadyo, S.H., menyerahkan dua buah lukisan hasil karyanya sendiri kepada Bupati Arief Rohman.
Lukisan pertama adalah kaligrafi bertuliskan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzhim” (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi Lagi Agung), yang diharapkan menjadi motivator serta jimat keselamatan dalam memimpin.
Lukisan kedua menampilkan wajah Bupati yang kharismatik, inspiratif, dan visioner. H. Soedadyo mengaku melukis wajah tersebut sebagai bentuk kekaguman dan rasa syukur atas banjir penghargaan yang diraih Blora di bawah kepemimpinan Arief Rohman.
Beberapa di antaranya meliputi Kepala Daerah Inovatif, Kota Layak Anak, Kabupaten Menuju Organik, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Disway Top Regional Leader, Impactful Unnes Alumni Awards, Top 10 Idea Jateng, Outstanding Region Transformation Leader, Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik, hingga Mitra Pemkab Terbaik Program KKN.
Bupati Arief Rohman menyambut baik kehadiran para pengurus PWRI dengan penuh kebersamaan. Beliau merespons cepat aspirasi yang disampaikan dengan langsung mengirimkan pesan WhatsApp ke pimpinan OPD terkait agar segera ditindaklanjuti.
Bupati juga mengucapkan terima kasih atas hadiah lukisan istimewa tersebut. Ia mengaku sangat terkesan dengan inovasi pada lukisan kaligrafi itu, yang lafalnya selalu ia amalkan setiap malam. Sementara untuk lukisan wajahnya, Bupati meresponsnya dengan senyuman penuh makna.
“Teladan dari Pak Soedadyo ini harus menjadi inspirasi bagi para Wredatama lainnya. Di usia senja, kita tetap bisa menjadi manusia yang peduli, produktif, dan bermanfaat bagi sesama,” tutur Bupati.
Sebelum pertemuan berakhir, secara spontan Bupati Arief Rohman memberikan hadiah khusus kepada para pengurus PWRI, sebuah kejutan di luar dugaan yang mengingatkan semua yang hadir untuk senantiasa pandai bersyukur.
Redaksi
Views: 0






