BLORA, dutaperistiwa.com – Sebanyak puluhan pekerja dari Komplek/Dukuhan Kampung Baru, dimana lingkungan tersebut ikut dalam wilayah RW. 004 Desa Geneng Kecamatan Jepon Kabupaten Blora merasa tak terima dengan adanya pergantian Ketua Rukun Warga (RW) yang diduga sudah diseting/diatur sebelumnya tanpa melibatkan para pekerja dari Dukuhan Kampung Baru.
Adapun pemilihan Ketua RW. 004 tersebut telah dilakukan pada Rabu (08/01/2025) pagi tadi sekira jam 09.00 wib di Balai Desa Geneng dan diduga pemilihan ini sudah diatur sebelumnya, karena Ketua RW yang lama, yang bernama Jayusman tidak diberitahu.
Menurut Jayusman, saat diwawancarai awak media ini mengatakan bahwa dirinya tahu kalau ada pemilihan Ketua RW dari Wiwik, salah seorang warga RW. 004 Desa Geneng.
“Saya merasa pada pemilihan Ketua RW. 004 Desa Geneng pagi tadi ada yang aneh, bagaimana tidak, meski jabatan saya sebagai Ketua RW saat ini sudah selesai per 3 Januari 2025 kemarin, paling tidak ada pemberitahuan ke saya, wong kita ini orang Jawa, tentunya punya unggah ungguh, bahkan saya tahu itu dari orang lain. Apalagi tempatnya di balai desa. Masak mau ada giat di balai desa seorang kepala desa tidak tahu, apalagi ini menyangkut struktur pemerintahan desa yang paling bawah, yaitu Ketua RW. “Ucap Jayusman sambil geleng-geleng kepala kesal.
Mbah Jayus, sapaan akrab Jayusman menambahkan bahwa setelah dirinya tahu mau ada pemilihan Ketua RW, dirinya langsung menghubungi kepala desa, namun dijawab oleh Jati, Kepala Desa Geneng melalui sambungan selulernya, “oiya saya lupa, nanti kalau udah ngumpul saya infokan, ” Pungkas Mbah Jayus menirukan jawaban kades.
Menurut keterangan dari narasumber yang mewanti-wanti agar tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pemilihan Ketua RW 004 dihadiri 11 orang dan diikuti oleh 8 orang yang memiliki KTP setempat, dan ada 3 calon, yaitu Ngatemi, Saipan dan Jayusman.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa RW. 004 Desa Geneng sebagian besar penduduknya adalah para pekerja yang ada di Dukuh Kampung Baru, dan hanya sedikit yang ber-KTP warga Desa Geneng.
Mengetahui sudah ada Ketua RW yang baru, yang mana dalam proses pemilihan Ketua RW tanpa melibatkan para pekerja, sontak puluhan pekerja di Dukuh Kampung Baru merasa tidak terima dan pada pukul 13.00 wib kompak meluruk balai desa Geneng, namun sesampainya disana sudah tidak ditemukan satu perangkat desa pun, padahal masih jam kerja.
Salah seorang peserta aksi, Dessy (35) yang sempat diwawancarai dutaperistiwa.com mengatakan, “kami datang ke balai desa masih jam kerja, namun di kantor desa sama sekali sudah tidak ada orang disini. Kami heran kenapa ada pemilihan Ketua RW kami tidak dilibatkan dan terkesan sepihak. Kami merasa nyaman bekerja disini saat Ketua RW masih dijabat oleh Pak Jayusman. Intinya disini kami tidak terima adanya pemilihan Ketua RW yang terkesan tidak transparan dan kami ingin jawaban dari Pemerintah Desa Geneng, “ucap Dessy kesal, yang kemudian diaplaus sama peserta aksi yang lain, yang tidak terima adanya Pemilihan Ketua RW yang dianggap kurang transparan dan terkesan sembunyi-sembunyi. (Goen)






