KOTA MALANG, dutaperistiwa.com – Tradisi budaya Nyadran kembali digelar oleh masyarakat RW 05 Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sebagai wujud rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Kegiatan tahunan ini berlangsung khidmat dan penuh makna di Punden Eyang Sentono, Minggu (4/1/2026).
Nyadran yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun tersebut diikuti antusias oleh warga setempat. Turut hadir dalam kegiatan ini Nurul Setyawati, SE, mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2019–2024, yang memberikan dukungan agar tradisi leluhur ini terus dilestarikan.

Tradisi Nyadran bukan sekadar ritual adat, namun juga sarana spiritual untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, Nyadran menjadi momentum penting dalam memperkuat kohesi sosial, menjaga silaturahmi, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Makna yang terkandung dalam tradisi Nyadran antara lain:
- Wujud syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan kehidupan
- Sarana silaturahmi dan kebersamaan masyarakat
- Penghormatan kepada leluhur dan alam
- Pengingat untuk menjaga kelestarian lingkungan
Ketua RW 05 Kelurahan Jatimulyo, Yusuf Sugianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nyadran merupakan agenda rutin tahunan warga yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebersamaan.

“Tradisi ini kami laksanakan setiap tahun di Punden Eyang Sentono sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus ajang silaturahmi seluruh warga RW 05. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi,” ujar Yusuf Sugianto yang akrab disapa Sugik.
Sementara itu, Nurul Setyawati, SE, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan warga RW 05 yang terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur. Ia berharap tradisi Nyadran tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir dan setia menguri-uri budaya leluhur. Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan agar tidak hilang oleh zaman,” tutur Mbok Nurul.
Melalui tradisi Nyadran, masyarakat RW 05 Jatimulyo menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap relevan di era modern. Perpaduan nilai spiritual, sosial, dan ekologis dalam tradisi ini menjadi kekuatan dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. (Yuni)






