BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Keterlibatan warga dalam mengawasi pembangunan desa kembali terlihat di Desa Kemiri, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Sorotan masyarakat terhadap proyek pembangunan jalan rigid beton yang didanai Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 justru menjadi momentum evaluasi bersama antara warga dan pemerintah desa.
Perhatian publik muncul setelah warga membagikan video proses pengerjaan jalan desa di media sosial. Unggahan tersebut memicu diskusi dan tanggapan beragam, khususnya terkait harapan masyarakat agar pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar dikerjakan secara berkualitas.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Kemiri memilih merespons dengan pendekatan terbuka. Kepala Desa Kemiri, Anwar Ja’in, menilai kritik dan masukan warga sebagai bentuk kepedulian serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.
“Kami memandang masukan dari warga sebagai bagian dari pengawasan bersama. Itu menunjukkan kepedulian terhadap desa. Setiap saran yang masuk langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa segera berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk melakukan pembenahan pada bagian pekerjaan yang dinilai belum maksimal. Bahkan, upaya percepatan dilakukan tanpa mengesampingkan kualitas, agar pembangunan tetap sesuai target waktu dan spesifikasi teknis.
Menurut Anwar Ja’in, seluruh tahapan pembangunan jalan rigid beton yang bernilai lebih dari Rp1 miliar tersebut berada dalam pengawasan pemerintah desa dan tetap mengacu pada standar teknis yang berlaku. Tujuannya agar hasil pembangunan benar-benar kuat, awet, dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
Sikap responsif dan terbuka pemerintah desa ini mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat berharap ruang komunikasi dan keterbukaan informasi terus dijaga, sehingga ke depan pembangunan desa dapat berjalan secara transparan dan melibatkan partisipasi warga secara aktif.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat, Desa Kemiri berupaya mewujudkan pembangunan yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberi rasa memiliki dan manfaat nyata bagi seluruh warga. (Goen)






