RW 02 Kelurahan Arjosari Raih Penghargaan Nasional Proklim dari KLH, Diserahkan Langsung Wali Kota Malang

Foto bersama usai penyerahan bantuan secara simbolis di depan Balai Kota Malang

MALANG, dutaperistiwa.com – Kekompakan dan kesadaran warga RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dalam mengelola lingkungan berbasis kearifan lokal membuahkan prestasi membanggakan. RW 02 resmi menerima penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Senin (19/1/2026) di halaman Balai Kota Malang.

Penghargaan tersebut diraih berkat aksi nyata warga dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari optimalisasi sumur resapan dan sumur injeksi, pengolahan sampah menjadi eco enzyme, ecobrick, serta pupuk cair (PPC), hingga pemanfaatan panel surya (solar cell) sebagai energi terbarukan. Keasrian lingkungan dan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang terawat juga menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, yang akrab disapa Pak Mbois, menegaskan bahwa keberhasilan RW 02 Arjosari lahir dari kesadaran dan inisiatif mandiri masyarakat, bukan karena dorongan pemerintah semata.

BACA JUGA  Marak Orderan Fiktif Mengatasnamakan Pejabat Kodim, ini Himbauan Dandim 0813 Bojonegoro
Wali Kota Malang saat penyerahaan secara simbolis bantuan dari KLH kepada Ketua RW. 02 Kelurahan Arjosari

“Keterlibatan langsung masyarakat itu atas kesadarannya sendiri. Bukan dari Pemkot. Warga sadar karena ini kewajiban menjaga lingkungan yang dampaknya untuk mereka sendiri, seperti udara bersih dan pencegahan banjir,” terang Wahyu usai menyerahkan trofi penghargaan dari KLH.

Ia mengaku telah meninjau langsung berbagai karya warga di lapangan, termasuk sumur resapan, sumur injeksi, serta RTH yang terpelihara dengan baik.

“Jadi sudah ada langkah-langkah riil yang memang dilakukan masyarakatnya,” imbuh orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

Ke depan, prestasi ini diproyeksikan sebagai batu loncatan bagi Kelurahan Arjosari untuk membidik level tertinggi, yakni Proklim Lestari. Salah satu syaratnya adalah melakukan pembinaan terhadap sedikitnya sepuluh RW lain dalam kurun waktu satu tahun.

Foto bersama usai penyerahan bantuan secara simbolis di depan Balai Kota Malang

Wali Kota Wahyu Hidayat pun berharap keberhasilan RW 02 Arjosari dapat menjadi inspirasi dan diadopsi oleh wilayah lain di Kota Malang.

“Kami berharap nanti wilayah RW yang lain pun bisa menerapkan hal serupa,” pintanya.

Dengan demikian, gelar Proklim tidak sekadar menjadi piala simbolis, melainkan pengakuan atas model ketahanan iklim berbasis komunitas yang diharapkan menjadi “virus positif” bagi upaya pelestarian lingkungan di Kota Malang.

Sementara itu, Lurah Arjosari, Sativana Sari Pramoedyo, menjelaskan bahwa ragam inovasi yang diajukan dalam penilaian Proklim menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Selain infrastruktur hijau, warga juga aktif mengonversi sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna serta memanfaatkan energi terbarukan.

“Yang berbeda di kami adalah pemberdayaan masyarakatnya. Gotong-royongnya tinggi, semangat menjaga lingkungannya juga tinggi,” jelas Sativana.

Menurutnya, gerakan peduli lingkungan ini digerakkan melalui jejaring ibu-ibu PKK, forum rutin RT/RW, serta diperkuat dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi dan program CSR perusahaan. (Yuni)

Verified by MonsterInsights