BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi sedekah bumi di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora berlangsung meriah dan penuh khidmat. Uniknya, sebanyak delapan dukuh di desa tersebut menggelar sedekah bumi secara serentak dalam satu hari, yakni pada Senin (11/5/2026).
Salah satu yang paling semarak terlihat di Dukuh Pakuan Kidul. Warga setempat menggelar arak-arakan gunungan hasil bumi yang diikuti kesenian barong lokal. Kegiatan dimulai dari rombongan Karang Taruna yang berjalan dari rumah ke rumah Ketua RT untuk mengambil gunungan, kemudian dilanjutkan menuju rumah perangkat desa (Kamituwo) sebelum akhirnya menuju lokasi khajad di tanah bengkok Kamituwo, tepatnya di depan area sekolahan.
Antusiasme warga begitu tinggi. Empat RT di Dukuh Pakuan Kidul turut hadir dalam doa dan khajad bersama demi memohon keberkahan. Suasana semakin meriah ketika warga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak, berebut lima gunungan berisi hasil pertanian seperti sayur dan buah-buahan.
Ketua Karang Taruna Dukuh Pakuan Kidul, Anton Supriyanto, berharap tradisi ini membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga tahun depan rezeki warga semakin lancar, berkah, dan pelaksanaan sedekah bumi bisa lebih meriah lagi. Kami juga berharap dukuh ini semakin maju, terutama pembangunan infrastruktur jalan persawahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kamituwo Pakuan Kidul menegaskan bahwa sedekah bumi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Melalui kegiatan ini, warga semakin guyup rukun. Harapan kami, masyarakat selalu diberi kesehatan dan hasil pertanian dijauhkan dari hama sehingga panennya melimpah dan penuh berkah,” tuturnya.
Kepala Desa Gabusan, Parsidi, menyampaikan bahwa pelaksanaan sedekah bumi di desanya memang dilakukan serentak di delapan dukuh dengan kegiatan masing-masing.
“Setiap dukuh melaksanakan doa dan khajad di tempatnya masing-masing dalam satu hari ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, khusus di Dukuh Gabusan, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan hiburan dangdut “Marfal” yang digelar pada malam Minggu di perempatan desa dengan menghadirkan lima penyanyi. Selain itu, pada malam Senin diadakan pengajian di masjid, dan dilanjutkan doa bersama pada siang harinya.
Sebagai penutup tradisi, warga Dukuh Gabusan juga melaksanakan penyembelihan kerbau sebagai bentuk sedekah desa. Tradisi ini dipercaya sebagai wujud syukur sekaligus doa agar hasil pertanian melimpah, masyarakat sehat, serta kehidupan desa tetap adem, tenteram, dan rukun.
“Selama hampir 20 tahun kepemimpinan, alhamdulillah Desa Gabusan tetap aman dan kondusif,” pungkas Pasidi.
Tradisi sedekah bumi ini menjadi bukti kuatnya kearifan lokal yang terus dijaga masyarakat Desa Gabusan, sekaligus mempererat kebersamaan dalam balutan budaya dan doa. (Jono)
Views: 0






