GROBOGAN I DUTA PERISTIWA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Pendem, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, berlangsung meriah. Sebanyak 20 peserta dari berbagai RT turut ambil bagian dalam gelaran karnaval umum yang digelar pada Minggu (30/08/2026), menghadirkan hiburan spektakuler bagi masyarakat setempat.
Karnaval tersebut semakin semarak dengan kehadiran sekitar 10 unit sound system berkapasitas besar (sound horeg) yang mengiringi setiap penampilan peserta. Suasana Desa Pendem pun berubah menjadi panggung hiburan rakyat yang penuh energi dan antusiasme.
Pada pagi hari, kegiatan diawali dengan karnaval khusus pelajar yang diikuti oleh enam kelompok peserta. Mereka berasal dari jenjang PAUD, TK kecil, TK besar, SDN 1 Pendem, SDN 2 Pendem, serta SMP Satap 1 Ngaringan. Rute karnaval dimulai dari Lapangan Pendem menuju Lapangan Bandungsari dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer.
Beragam kostum menarik ditampilkan para siswa, mulai dari seragam polisi dan TNI, karakter dongeng seperti Cinderella, hingga kostum mayoret dan badut. Kreativitas dan semangat para peserta muda ini sukses mengundang perhatian dan apresiasi warga yang menyaksikan.
Sementara itu, pada karnaval umum, sebanyak 13 kelompok peserta tampil dengan konsep yang tak kalah meriah. Seluruh peserta menggunakan audio system dan menampilkan tarian joget dengan kostum serta gaya yang beragam. Setiap kelompok menunjukkan keunikan tersendiri, baik dari segi koreografi maupun kekuatan sound system yang digunakan.
Kepala Desa Pendem, Muhammad Muklas Qhoiri, menyampaikan bahwa peringatan HUT RI di desanya selalu diramaikan dengan pertunjukan seni dan hiburan masyarakat, khususnya tari dan audio system.
“Momentum HUT RI di Desa Pendem selalu kita meriahkan dengan sound system dan tarian. Namun tetap kita jaga agar pelaksanaan berlangsung rapi dan kondusif. Ini sudah menjadi ciri khas Desa Pendem,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah lagi, sekaligus menjadi wadah pelestarian seni budaya lokal.
“Semoga tahun depan bisa lebih meriah. Malam harinya juga masih ada pertunjukan tari-tarian dari warga. Ini bagian dari upaya kami nguri-uri budaya agar tetap berkembang di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Karnaval Desa Pendem tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dari 20 RT yang turut menampilkan beragam seni tari dengan ciri khas masing-masing. Suasana penuh kegembiraan pun terasa hingga malam hari.
Reporter : Sujono
Editor : Redaksi
Views: 0






