Merebak Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Tegal Jawa Tengah

JAKARTA, dutaperistiwa.com – Merebak dugaan adanya indikasi gratifikasi/penerimaan hadiah dan atau suap terkait jual beli jabatan, mutasi pejajabat di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tegal.

Hal tersebut disampaikan oleh Fajar dari LSM dalam pertemuan tertutup dengan beberapa awak media di Jakarta , (19/05/2023).

“Jadi, sebetulnya sudah banyak kasus yang terjadi di Tegal. Bahkan yang bikin miris, ada beberapa anggaran untuk infrastruktur juga disunat. Ini kan tidak benar. Betul-betul tidak berperikemausiaan!” ungkap Fajar.

BACA JUGA  Wakapolri Serahkan Alat Bantu Kepada Difabel di Kabupaten Blora

Fajar berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa dan mau turut memantau para pejabat dan perangkat desa yang dicatatnya naik jabatan dengan politik uang tersebut.

“Dugaan permainan uang itu terjadi dari mulai tingkat desa sampai Kabupaten. Saya percaya hal ini sudah tercium sampai ke mana-mana, KPK pun saya percaya sudah memantau itu sejak lama,” kata dia.

BACA JUGA  Asah Kemampuan Spesialisasi Jabatan Militer Prajurit, Kodim Bojonegoro Gelar Latorjab Teritorial

Pihaknya mengingatkan kepada para Kades untuk berhati-hati dan mau menolak sekaligus menghentikan praktik dugaan tersebut.

“Ada banyak laporan yang datang ke kami. Kami sedang lakukan telaah nama-nama itu, apakah benar adanya atau tidak,” kata Fajar.

BACA JUGA  Kapolres Tuban Tinjau Pelayanan Kantor Samsat dan Satpas, Pastikan Tak Ada Pungli

Untuk memastikan laporan tersebut, ia berharap oknum-oknum yang diduga terlibat dalam jual beli pengisian perangkat desa bisa menghentikan kebiasaan buruk yang justru bisa menjerumuskan mereka ke hotel prodeo. (Tim)

Views: 0

Verified by MonsterInsights