OPINI, dutaperistiwa.com – Tak terasa malam ini, Selasa malam (13/02/2024) dimana saat ini masih masa tenang (malam hari H) , sebelum besok pagi mulai dilaksanakan pemungutan suara di semua TPS di seluruh Indonesia.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2024 ini masyarakat akan memilih caleg DPRD kabupaten, caleg DPRD provinsi, caleg DPR RI, calon DPD RI hingga Capres dan Cawapres RI untuk masa jabatan 5 tahun ke depan, yaitu 2024-2029.
Dengan sistem pemilu seperti yang sekarang ini, tentunya masyarakat, khususnya bagi para lansia akan sulit untuk membedakan mana calon DPRD kabupaten, provinsi ataupun DPR RI hingga DPD maupun Capres dan Cawapres. Karena selain jumlah partai yang demikian banyak, masyarakat masih diharuskan memilih calon yang tentunya juga lebih banyak, apalagi jika semua partai memiliki jumlah caleg maksimal dari jumlah kursi yang tersedia di masing-masing daerah pemilihan (dapil).
Untuk mengantisipasi kebingungan masyarakat saat memilih, KPU sudah memberikan kemudahan dengan memberikan warna cover kertas suara yang berbeda-beda untuk setiap kertas suara, yaitu kertas suara dengan cover warna abu-abu untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, kertas suara bercover warna merah untuk pemilihan DPD RI, kertas suara bercover warna kuning untuk pemilihan DPR RI, kertas suara bercover warna biru untuk pemilihan DPRD provinsi dan kertas suara dengan cover warna hijau untuk pemilihan DPRD kabupaten/kota.
Selama tahapan proses pemilihan umum 2024 ini berlangsung, mulai penentuan DPS, DPT, DCS hingga DCT, kemudian dilanjutkan dengan masa kampanye baik terbuka maupun tertutup hingga masa tenang seperti saat ini, penulis menemukan berbagai macam kejadian menarik di lapangan, mulai gugurnya berberapa panwas TPS dikarenakan yang bersangkutan masuk dalam data sipol, sejumlah linmas dan anggota KPPS yang gugur tidak bisa bertugas dikarenakan membuat video dukungan kepada salah satu paslon presiden dan wakil presiden hingga tidak terdaftarnya salah seorang caleg DPRD kabupaten di TPS setempat dikarenakan pengajuan pindahnya yang terlambat, dan sampai saat ini masih berstatus kependudukan di kota lain.
Beberapa kejadian menarik tersebut tentunya menjadi sebuah catatan tersendiri di mata masyarakat, bagaimana perjuangan semua peserta kontestasi pemilu ini untuk memenangkan dan mencapai tujuan dalam Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan besok pagi, hari Rabu Legi (14/02/2024) yang berarti pemilu kali ini dilaksanakan berbarengan dengan hari Valentine atau biasa disebut Hari Kasih Sayang.
Penulis hanya berharap, bahwa dalam pemilu kali ini akan menghasilkan para legislator, senator serta presiden dan wakil presiden yang qualified dan benar-benar mampu menyerap aspirasi masyarakat yang ada di bawah serta benar-benar mampu menjadikan Indonesia lebih maju menuju Indonesia Emas 2045.
Alhamdulillah, hingga saat ini, tidak ada kejadian yang berarti dalam arti situasi tetap kondusif, dan penulis juga berharap kondusifitas ini tetap terjaga hingga pelaksanaan dan pasca pemilu 2024 nanti.
Di malam hari H Pemilihan Umum serentak 2024 ini, penulis mengucapkan “Saatnya Indonesia memilih”, mari kita gunakan hak pilih sesuai hati nurani kita, karena pilihan kita sangat menentukan kemana arah Indonesia 5 tahun ke depan.”
Penulis : GUNAIDIK (Pemimpin Redaksi dutaperistiwa.com)






