BLORA, dutaperistiwa.com – Pada pagi hari ini, Rabu (04/12/2024), sekitar pukul 08.00 WIB, berlangsung kegiatan ziarah di Makam Sunan Pojok yang terletak di jantung Kota Blora, tepatnya di sebelah utara Pasar Blora. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Kadinas, serta Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, yang turut serta menghormati makam yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kabupaten Blora.
Makam Sunan Pojok, yang dikenal juga dengan nama Pangeran Suro Bahu Abdul Rohim, merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang perwira dari Mataram yang berjasa dalam memadamkan kerusuhan di pesisir utara Tuban. Setelah sukses dalam tugas tersebut, Pangeran Suro Bahu jatuh sakit dalam perjalanan pulang dan akhirnya meninggal dunia di Desa Pojok, Blora. Makam ini kemudian dipindahkan oleh putranya ke lokasi yang sekarang, yang menjadi salah satu situs bersejarah penting di Blora.
Menurut catatan sejarah, Pangeran Suro Bahu Abdul Rohim memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan Kabupaten Blora. Putranya, Java Dipa, diangkat sebagai Bupati Blora pertama, dan dinasti ini melanjutkan pemerintahan dengan penerusnya, Java Wirya dan Java Kusumo. Kedua putra Pangeran Suro Bahu dimakamkan di lokasi yang sama, yaitu Makam Pangeran Pojok Kauman.
Makam ini masih terpelihara dengan baik dan tetap dihormati oleh masyarakat. Setiap malam Jum’at Pon, banyak peziarah yang datang untuk berziarah, dan pada bulan Suro, diadakan perayaan Khoul yang dihadiri oleh peziarah dari berbagai daerah, termasuk luar wilayah Blora.
Kehadiran Kepala Desa, Kadinas dan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, dalam kegiatan ziarah ini menunjukkan betapa pentingnya nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui kegiatan ziarah seperti ini, masyarakat diingatkan akan jasa-jasa para leluhur yang telah berperan besar dalam sejarah Blora, serta pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah tersebut. (Jono)






